Alasan untuk menghabisi salah satu Jenderal Iran terus dipertanyakan, Presiden Donald Trump menuding jika Qassem Soleimani berencana meledakkan empat kedutaan Amerika.
- Ruth Meliana
- Sabtu, 11 Januari 2020 - 10:38 WIB
WowKeren - Amerika Serikat (AS) telah membunuh komandan pasukan elit Quds Iran, Jenderal Qassem Soleimani di Irak pada Jumat (3/1) lalu atas perintah langsung dari Presiden Donald Trump. Serangan udara pasukan AS tersebut membombardir Soleimani saat turun dari pesawatnya di Bandara Internasional Irak.
Keputusan Presiden Trump untuk membunuh Jenderal Soleimani mendapatkan berbagai reaksi kemarahan dari Kongres AS. Pasalnya, Trump sama sekali tidak memberitahukan alasan dan rencananya untuk menghabisi Soleimani pada Kongres AS.
Dilansir ABC, sebelumnya Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan jika Jenderal Soleimani telah merencanakan serangan terhadap AS. Ia mengatakan jika beberapa fasilitas Amerika yang berada di Irak telah menjadi target serangan dari Soleimani.
"Kami tidak tahu persis pada hari mana itu akan dieksekusi (rencana serangan Soleimani pada AS)," ujar Mike Pompeo, di Gedung Putih seperti dilansir dari ABC pada Jumat (10/1). "Tetapi sangat jelas Qassem Soleimani sendiri merencanakan serangan besar-besaran terhadap kepentingan Amerika, dan serangan-serangan itu sudah dekat."
Sementara Trump baru-baru ini juga menjelaskan lebih lanjut mengenai serangan yang dilakukan AS untuk membunuh Soleimani. Ia memerintahkan pembunuhan tersebut demi mencegah terjadinya serangan di masa depan.
Trump mengatakan jika Soleimani telah merencanakan untuk meledakkan empat kedutaan besar Amerika. Ia meyakini jika salah satu sasaran serangan Soleimani adalah kedutaan yang berada di Baghdad, Irak.
"Kami melakukannya karena mereka (Soleimani) ingin meledakkan kedutaan kami. Kami juga melakukannya karena alasan lain yang sangat jelas," ujar Trump, di Gedung Putih seperti dilansir dari ABC. "Soleimani secara aktif merencanakan serangan baru, dan dia melihat dengan sangat serius kedutaan kami, dan bukan hanya kedutaan besar di Baghdad."
Sementara itu, seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri juga menyampaikan jika data Intelijen AS telah mendapat laporan mengenai rencana serangan Soleimani. Diduga, pada hari Soleimani terbunuh, ia sedang mengunjungi dan merencanakan serangan terhadap AS di Lebanon, Irak dan Suriah. Soleimani diduga menargetkan Kedutaan Besar AS di Beirut, Lebanon sebagai salah satu rencana serangan.
(wk/lian)