Ketua DPD Gerindra Jakarta M Taufik mengatakan jika massa kontra Anies Baswedan yang melakukan demo kemarin (14/1) dibayar seharga Rp 100 ribu. Merespon pernyataan tersebut, politikus PDIP Dewi Tanjung membantahnya.
- Nidya Putri
- Rabu, 15 Januari 2020 - 12:24 WIB
WowKeren - Aksi demonstrasi kembali digelar di Jakarta pada Selasa (14/1). Kali ini, massa yang terdiri dari "emak-emak" se-DKI Jakarta dengan dipimpin oleh poltikus PDIP Dewi Tanjung, menggelar demo untuk menuntut tanggung jawab dan menurunkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan karena masalah banjir yang terjadi di awal tahun 2020.
Aksi protes ini rupanya menarik perhatian Ketua DPD Gerindra Jakarta M Taufik. Menurutnya massa "emak-emak" yang dibawa oleh Dewi Tanjung tersebut merupakan massa bayaran.
Taufik bahkan mengatakan jika dirinya mendapatkan video pengakuan massa bayaran tersebut. Namun ia tak menjelaskan darimana ia mendapatkan video tersebut.
"Tadi sih saya dikirimi video bayar Rp 100 ribu, dipotong Rp 40 ribu," kata M Taufik, Selasa (14/1). "Yang demo tolak Anies, dia nggak ngerti apa yang didemo. Yang ngerti satu, dua orang saja yang belum move on. Yang lainnya saya lihat nggak ngerti."
Tak terima dengan pernyataan Taufik, politikus PDIP Dewi Tanjung pun menepis tudingan tersebut. "Bagaimana mau dibayar? Bilang sama Pak M Taufik, kalau mau fitnah yang cerdas," sanggahnya, Rabu (15/1). "Yang memakai bayaran kan kubu Anies Baswedan, sedangkan kami, jangankan untuk membayar, makan saja tidak kami kasih. Kami hanya kasih massa yang datang air mineral gelas. Itu fitnah."
Dewi pun meminta politikus Gerindra itu untuk menunjukkan video pengakuan massa yang disebut kontra Anies Baswedan dibayar Rp 100 ribu itu. Menurutnya, massa yang kontra Anies Baswedan bergerak tanpa dibayar.
"Kami ini semua relawan, ini kesukarelaan, relawan yang berjuang korban banjir yang berjuang," paparnya. "Tidak ada uang, tidak ada makanan dan itu kan bisa buktikan, tanya sama mereka yang datang."
"Bukankah yang terciduk itu di kubu Anies sendiri, dibayar Rp 40 ribu," sambungnya. "Boro-boro Rp 100 ribu, kita aja buat mobil komando aja boleh minjam. Nggak ada dana, kami tuh tidak ada dana, hanya ada minuman gelas."
Sebelumnya diketahui, selain pihak yang kontra dengan Anies, adapula kubu tandingannya yang disiapkan oleh anggota DPD RI Fahira Idris yang justru membela Gubernu DKI tersebut. Bahkan kedua kubu ini juga sempat meramaikan media sosial hingga menjadi trending topic.
(wk/nidy)