Wakil Ketua Komisi D dari Fraksi Partai Nasional Demokrat (NasDem) menilai dalam berdemokrasi, adanya pro dan kontra adalah hal yang wajar. namun yang jelas, banjir kali ini menurutnya memang cukup serius.
- Zodiak Yanuarita
- Rabu, 15 Januari 2020 - 13:06 WIB
WowKeren - Wakil Ketua Komisi D dari Fraksi Partai Nasional Demokrat (NasDem), Nova Harian Paloh ikut angkat bicara mengenai aksi demo yang dilakukan oleh 2 elemen massa di Balai Kota pada Selasa (14/10). Diketahui, dua elemen massa tersebut masing-masing menolak dan mendukung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Menurutnya, pro dan kontra dalam berdemokrasi adalah hal yang sah-sah saja. Elemen massa yang kontra terhadap Anies adalah yang mengalami langsung dampak banjir. Sedangkan massa yang pro Anies adalah mereka yang mungkin sudah terbiasa dengan banjir atau memang tidak mengalami dampak banjir secara langsung.
"Pro dan kontra sah-sah saja, namanya proses berdemokrasi, itu hak masing-masing masyarakat. Yang kontra (Anies) pasti yang mengalami langsung masalah banjir," kata Nova, Selasa (14/1). "Kalau yang massa pro mungkin mereka tidak mengalami banjir, dianggap banjir ini sudah jadi terbiasa untuk mereka."
Aksi kelompok kontra Anies diikuti oleh sejumlah korban banjir. Mereka menuntut Anies untuk mundur dari jabatannya saat ini. Politikus PDIP Dewi Tanjung dan aktivis Permadi Arya (Abu Janda) akan ikut dalam aksi tersebut. Sedangkan elemen massa yang lain adalah massa yang merupakan anggota DPD dari DKI Jakarta, Fahira Idris, seperti Bang Japar. Mereka menyiapkan 'Aksi Jaga dan Kawal Anies'.
Nova menilai bahwa dampak banjir kali ini cukup serius. Pasalnya, tak hanya berdampak pada kehidupan sosial namun juga faktor ekonomi. Akibat terjangan banjir ini, ada mal yang terpaksa harus menghentikan kegiatan operasionalnya.
"Ini yang banyak dirugikan kan orang yang menjadi korban," lanjut Nova. "Masalah perekonomian juga kita lihat dari situ juga misalnya toko, mal nggak buka."
Oleh sebab itu, menurutnya hal wajar jika ada yang membandingkan penanganan banjir antara Anies dengan pendahulunya, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. "Artinya orang kan mungkin lihat zamannya Ahok lebih bagus, cepat penanganannya. Masa Anies mungkin penanganan kurang optimal, penilaian itu wajar saja," ujar Nova.
(wk/zodi)