Pimpinan Agung Iran Akhirnya Bersuara Usai Dituntut Mundur Gegara Insiden Pesawat Ukraina
Dunia
AS-Iran Memanas

Ayatollah Ali Khamenei dituntut mundur oleh demonstran Iran usai militer negara itu mengakui ketidaksengajaan mereka menembak jatuh pesawat Ukraina. Sempat bungkam, Ayatollah akhirnya angkat bicara.

WowKeren - Tensi geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat masih terus disoroti publik dunia. Apalagi kekinian konflik antara kedua negara turut menyebabkan ratusan nyawa warga sipil ikut melayang.

Sebagai informasi, Iran telah mengklaim bertanggung jawab atas jatuhnya pesawat Ukraina dengan 176 warga sipil. Iran mengaku tak sengaja menembakkan dua rudalnya ke pesawat yang akhirnya meledak tak jauh dari Teheran.


Atas peristiwa tersebut, gelombang demonstrasi besar-besaran terjadi di Iran. Masyarakat menuntut Pimpinan Agung Iran, Ayatollah Ali Khamenei, untuk mundur dari jabatannya. Bahkan ada yang menuntut agar Ayatollah dihukum mati.

"Minta maaf dan mundurlah (dari jabatanmu)!" demikian kutipan salah satu slogan yang dibawa demonstran. "Matilah Diktator!" seru demonstran yang lain.

Cukup lama tak angkat bicara, akhirnya Ayatollah muncul di hadapan publik. Kemunculan ini sekaligus menandai kembalinya peran Ayatollah sebagai imam salat Jumat yang telah lama ia tinggalkan sejak 2012 silam.

Usai menjadi imam, Ayatollah pun memberikan khotbahnya. Dalam kesempatan itu, Ayatollah ikut menyinggung soal serangan balasan yang dilancarkan Iran ke pangkalan militer AS di Irak.

Kembali Ayatollah mengklaim kehebatan garda pasukannya dalam menunjukkan kekuatan kepada militer AS. "Fakta bahwa Iran memiliki kekuatan yang menampar kekuatan dunia (AS), menunjukkan bahwa ada tangan Tuhan (di sana)," ujarnya, dikutip dari Reuters, Sabtu (18/1).

Seperti sebelumnya, Ayatollah masih meyakini pembunuhan atas Mayjen Qasem Soleimani merupakan aksi terorisme. Oleh karena itu, Iran tidak boleh berdiam diri dan membalas kekejaman AS itu.

Tak hanya itu, Ayatollah pun ikut menyinggung peristiwa jatuhnya pesawat Ukraina sebagai akibat tindak tidak sengaja militer Iran. Menurutnya kejadian itu merupakan kecelakaan yang menyedihkan. Namun insiden itu, imbuh Ayatollah, tak boleh membuat semangat menuntut balas atas kematian Soleimani menjadi berkurang.

"Jatuhnya pesawat adalah sebuah kecelakaan yang menyedihkan. Itu merasuk hingga ke hati kita," ujarnya, sebagaimana dilansir dari AFP. "Tetapi beberapa (oknum) mencoba membingkai ini sehingga kita melupakan pengorbanan Jenderal Soleimani."

You can share this post!

Related Posts