Nadiem Makarim Pamerkan Program 'Kampus Merdeka', PTS Langsung Menjerit
Nasional
Gebrakan Mendikbud Nadiem

Mendikbud Nadiem Makarim menelurkan program 'Kampus Merdeka' yang menjamin 4 poin, salah satunya soal keleluasaan magang sampai 3 semester. Kebijakan ini langsung menuai kritikan dari PTS.

WowKeren - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim terus mengeluarkan sejumlah gebrakan yang sukses mengundang decak kagum. Salah satu yang teranyar adalah program bertajuk "Kampus Merdeka".

Total ada empat poin yang ditegaskan dalam program tersebut. Salah satunya adalah kebijakan agar mahasiswa bisa magang sampai total 40 sks alias setara tiga semester.


Lewat program ini, mahasiswa diperkenankan mengambil mata kuliah di luar prodi selama satu semester, sedangkan yang dua semester sisanya dipakai untuk menuntaskan program magang. Namun demikian, Nadiem menegaskan bahwa kebijakan ini bukan keharusan.

"Kalau ingin seratus persen di dalam prodi itu tidak masalah. Tapi kewajiban bagi perguruan tinggi untuk berikan opsi tersebut," jelas Nadiem, dilansir dari Tempo, Sabtu (25/1).

Program "Kampus Merdeka" ini barangkali disambut meriah oleh sejumlah pihak, namun tidak dengan perguruan tinggi swasta (PTS). Ketua Asosiasi PTS Indonesia (APTSI), Budi Djatmiko, mengkritik keras kebijakan "milenial" Nadiem tersebut.

Menurutnya Nadiem hanya bercermin dari kondisi mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Pasalnya PTN di Indonesia memang dilengkapi dengan jaringan luas di dunia industri, sesuatu yang tak dimiliki oleh sebagian besar PTS.

"Dia harus paham, 95 persen itu PTS dan dia enggak tahu 85 persen itu (PTS) kecil," ujar Budi, dilansir dari CNN Indonesia pada Sabtu (25/1). "Jangan lihat Nadiem, lahir dari keluarga berkecukupan, kuliah di Harvard, lihat kampus Harvard, enggak bisa."

Menurut Budi, PTN memang lebih akrab dengan dunia industri karena memiliki mahasiswa yang secara kualitas berada di atas rata-rata. Kebanyakan PTN pun telah memiliki alumni yang sudah established di dunia industri.

Hal berkebalikan dialami oleh PTS, apalagi yang berskala kecil. Padahal sebagian besar PTS di Indonesia merupakan perguruan berskala kecil yang bakal kesulitan merealisasikan program magang ala Nadiem.

"Kalau menyuruh begitu saja, (sama saja) menutup perguruan tinggi itu. Mahasiswa nanti menuntut enggak bisa magang," kata Budi. "Enggak apa-apa, kan Nadiem belum punya pengalaman. Yang bisikin Nadiem kan orang negeri semua."

Kendati demikian, Budi mengaku tetap mendukung program Kampus Merdeka yang diusung Nadiem. Hanya saja Budi berharap ada kesepakatan dan tindak lanjut demi memuluskan program tersebut.

You can share this post!

Related Posts