Masih Perlu Diuji, Hong Kong Klaim Sudah Temukan Vaksin Virus Corona
Dunia

Ketua Departemen Penyakit Menular di Universitas Hong Kong (HKU) Profesor Yuen Kwok-yung menyatakan bahwa timnya berhasil menemukan vaksin dari virus corona yang diisolasi dari kasus pertama.

WowKeren - Persebaran virus corona yang kian meluas masih menjadi perhatian dunia. Virus yang belum ditemukan obatnya ini telah merenggut lebih dari seratus nyawa dari daerah asalnya, Tiongkok.

Namun, baru-baru ini peneliti Hong Kong mengklaim telah berhasil menemukan vaksin untuk virus yang mewabah sejak Desember tahun lalu itu. Seperti diketahui, virus corona telah merenggut nyawa puluhan orang dan menginfeksi ribuan lainnya.

Adapun klaim tersebut disampaikan oleh Ketua Departemen Penyakit Menular di Universitas Hong Kong (HKU) Profesor Yuen Kwok-yung. Ia menyebut bahwa timnya berhasil memproduksi vaksin tersebut dari virus corona yang diisolasi dari kasus pertama.

Namun, virus tersebut perlu diuji coba terlebih dahulu ke binatang untuk mengetahui hasilnya. "Kami sudah mengembangkannya. Namun butuh waktu sebelum diujicobakan ke binatang," kata Yuen dilansir SCMP via Asia One pada Kamis (30/1).


Untuk uji coba ke binatang, Yuen menyebut hal itu perlu waktu berbulan-bulan lamanya. Sebelum bisa benar-benar digunakan ke manusia, masih perlu uji coba lagi selama setahun lamanya. Peneliti HKU melakukan pengembangan obat untuk virus corona berdasarkan vaksin semprot hidung untuk influenza sudah ditemukan sebelumnya.

Para peneliti kemudian memodifikasi vaksin tersebut dengan cara mencampurkannya dengan antigen virus. Sehingga diharapkan nantinya vaksin yang ditemukan tak hanya ampuh untuk menangkal flu namun juga corona.

Sementara itu di negara virus ini ditemukan, Tiongkok, sempat diberitakan bahwa pakar setempat menyatakan vaksin untuk virus Wuhan tengah dikembangkan. Terlebih lagi vaksin itu bisa diproduksi dalam kurun waktu sebulan.

Menanggapi hal ini, Yuen pun meragukannya. Ia menduga bahwa obat yang dikembangkan tersebut kemungkinan menggunakan virus yang tak aktif. Sementara itu terkait vaksin yang tengah dikembangkan peneliti HKU, perlu disuntikkan ke binatang untuk mengetahui respons hewan tersebut dalam membentuk sistem kekebalan tubuh khusus. "Jika ternyata vaksin itu ampuh di sejumlah spesies, maka akan dilakukan uji coba klinis ke manusia, yang butuh waktu setidaknya setahun," papar Yuen.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait