Virus Corona Disebut Tak Tahan Iklim Tropis Indonesia, Ini Faktanya
Nasional

Mewabahnya virus corona telah mengguncang dunia. Novel Coronavirus (nCov) ini disebutkan tidak dtahan dengan iklim tropis seperti yang ada di Indonesia, begini faktanya.

WowKeren - Dunia sedang diguncang dengan berita mewabahnya virus corona atau Novel Coronavirus (nCov) yang pertama kali muncul di Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok. Virus misterius ini pada awalnya muncul di pasar ikan dan hewan yang terletak di Wuhan dan terus merambah ke kota-kota bahkan hingga negara-negara lainnya.

Akibatnya, WHO telah mendeklarasikan virus corona dengan status gawat darurat. Keputusan tersebut diambil dalam rapat yang digelar di Jenewa, Swiss. Status gawat darurat yang dimaksud adalah kejadian luar biasa yang mengancam kesehatan masyarakat di banyak negara akibat penyebaran wabah secara global.

Kini, beredar pesan di WhatsApp yang menyatakan jika virus corona tidak akan menyebar di daerah tropis seperti Indonesia. Pasalnya, virus corona disebutkan tidak akan bisa bertahan di atas 23 derajat celcius.

Menanggapi pesan tersebut, Sekretaris di Sekretariat Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto menyanggahnya. Pasalnya, virus corona tersebut diketahui telah menyebar di sejumlah negara tropis seperti Singapura, Thailand, dan Malaysia. "Susah untuk jawabnya, wong Singapura juga tropis kok," ujar Yuri seperti dilansir Detik, Kamis (30/1).


Meski hingga saat ini masih belum ada penelitian ilmiah yang dapat membuktikan pernyataan mengenai sulitnya virus corona menyebar di iklim tropis, namun diketahui jika virus ini memiliki sifat seperti benalu atau parasit. Akibatnya, virus corona tidak bisa hidup tanpa adanya inang.

"Virus hidup di dalam sel dan begitu dia keluar melalui percikan ludah maka mungkin tidak sampai 10 menit selnya akan mati begitu pula dengan virusnya," jelas Yuri. "Apalagi kalau disertai dengan paparan sinar matahari dan sebagainya mungkin bisa lebih cepat lagi."

Virus corona dijelaskan merupakan virus yang akan menyerang sistem pernapasan. Virus ini bisa tersebar melalui percikan ludah saat orang-orang yang terinfeksi mengalami batuk maupun bersin. Oleh sebab itu, orang-orang yang sedang sakit maupun yang sehat dianjurkan untuk terus memakai masker di tengah epidemik virus ini demi menghindari penularan.

Yuri lantas menjelaskan alasan virus corona hingga saat ini belum masuk di Indonesia. Menurutnya, pengawalan kesehatan ketat dari otoritas Tiongkok yang memeriksa satu per satu orang yang akan pergi atau masuk ke negara tersebut sebagai faktor utama.

Selain itu, Pemerintah Indonesia sendiri juga dinilai sudah sangat berpengalaman dalam menangani kasus wabah global seperti pencegahan MERS dari Arab Saudi beberapa waktu lalu. "Bayangkan setiap tahun ada sekitar 1,3 juta orang yang pulang dari Saudi, baik selesai ibadah Umroh atau Haji. Kewaspadaan kami sudah sepanjang tahun, sepanjang hari," pungkas Yuri.

(wk/lian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait