'Bawahannya' Jadi Tersangka, Raja 'King of The King' Justru Tetap Ngotot Ngaku Anak Soekarno
Nasional
Fenomena Kerajaan Fiktif

Raja 'King of The King', Dony Pedro, mengungkapkan sejarah dari 'kerajaan' yang dibangunnya. Dalam kesempatan itu Dony bahkan mengaku sebagai keturunan asli Presiden Soekarno.

WowKeren - Usai dibuat geger dengan "Keraton Agung Sejagat" dan "Sunda Empire", Indonesia kembali dibuat heboh dengan munculnya kerajaan fiktif bertajuk "King of The King". Kerajaan yang berdiri di Tangerang, Banten ini sukses menyedot perhatian nasional sempat menjanjikan hadiah senilai Rp 1-3 miliar per anggotanya.

Namun kekinian tiga orang pengurus kerajaan itu sudah dijadikan tersangka dengan pasal penipuan. Kendati demikian, polisi mengaku belum menerima laporan penipuan dari para anggota kerajaan yang sempat mengklaim keterlibatan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto itu.


Tapi bak tak peduli pada "bawahannya" yang diciduk, sang raja, Dony Pedro, justru tetap mempertahankan pemahamannya. Hal itu terbukti dari Dony yang baru-baru ini melayani wawancara dan membeberkan sejarah dari kerajaan yang ia pimpin itu.

Dilansir dari Ayo Bandung yang berkunjung ke kediaman Dony pada Senin (27/1) kemarin, terlihat rumah sederhana itu dipenuhi berbagai pajangan gambar serta foto. Mayoritas diantaranya adalah gambar Presiden ke-1 RI Ir Soekarno dan lukisan ratu pantai selatan Nyi Roro Kidul.

Sejumlah asesoris yang berkaitan dengan Soekarno pun terpajang di area ruang keluarga. Kemudian sejumlah keris juga terlihat dipajang di dinding.

Keberadaan banyaknya pernak-pernik yang terkait Soekarno ini pun mengundang pertanyaan publik. Pertanyaan perihal hubungan antara Soekarno dengan Indonesia Mercusuar Dunia, organisasi yang diklaim sebagai lembaga keuangan King of The King pun ditanyakan. Menariknya, Dony justru memberi jawaban dengan nada setengah heran.

"Saya ini anaknya lah, bagaimana kamu ini?" tanya Dony balik kepada awak media yang menanyainya. Dony lantas menunjukkan potret seorang perempuan dan dua orang laki-laki. "Ini anak-anak Soekarno yang sebenarnya," sambungnya, dikutip pada Sabtu (1/2).

Dony lantas menunjukkan selembar sertifikat kepemilikan hartanya yang diklaim tak terbatas. Bahkan besarannya pun tak bisa disebutkan dalam satuan rupiah, tetapi "mega lakse" dengan angka yang tertera sebesar 32 dengan nol sebanyak 21 buah.

Kekayaan itulah yang disebut-sebut akan digunakan untuk menyejahterakan Indonesia, mulai dari melunasi utang Tanah Air sampai membagikan sisa hartanya kepada setiap individu. "Nanti akan dicairkan dan dibuka semua asetnya pada Maret 2020. Ini berita hangat, dunia bakal geger," ujar Juanda, petinggi IMD yang juga mendampingi wawancara tersebut.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts