Baim Wong menceritakan bahwa nenek Iroh sempat jatuh sakit hingga harus opname. Lantaran hal tersebut, Baim mengaku merasa sangat khawatir hingga membuatnya tak fokus kerja.
- Lailatul Maghfiroh
- Sabtu, 01 Februari 2020 - 19:24 WIB
WowKeren - Baim Wong kerap mengunggah kondisi terkini nenek Iroh di kanal YouTube miliknya. Nenek Iroh sendiri adalah salah satu orang beruntung yang dibantu dan sudah dianggap layaknya keluarga sendiri oleh Baim.
Wanita sebatang kara tersebut sempat jatuh sakit hingga opname dan membuat Baim merasa khawatir. Saking khawatirnya, Baim sampai tak fokus kerja lantaran memikirkan kondisi nenek Iroh yang harus mendapatkan perawatan medis.
“Jadi dia Alhamdulillah sudah ke saya, sudah pulang. Tadinya saya takut banget, saya nggak tahu dia kenapa, keluarga di mana, saya nggak tahu,” ungkap Baim saat ditemui WowKeren di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (1/2). “Makanya pas dia sakit saya takut banget. Yang buat keputusan kan saya.”
Suami Paula Verhoeven tersebut juga sempat kebingungan ketika ditanya pihak rumah sakit soal hubungannya degan nenek Iroh. Baim merasakan memikul tanggung jawab besar atas nenek Iroh yang sudah ia anggap sebagai keluarga.
“Ketika ditanya, mas apa hubungannya? Keluarga. Mau gimana lagi, buat keputusan harus ada lah. Bantu orang nggak segampang itu ya,” papar Baim. “Ya tanggung jawab kita jauh, nggak mikir ke arah biaya berapa.”
Lebih lanjut, Baim juga menceritakan gejala sakit yang dialami oleh nenek Iroh. “Gejalanya (infeksi paru-paru), ternyata nggak. Paru-paru, ginjal nggak apa-apa, cuman batuk. Lagi kerja saya kepikiran, takut kenapa-napa akhirnya ke rumah sakit,” tutur Baim.
Bersyukur, Baim mengungkapkan bahwa kondisi nenek Iroh saat ini sudah membaik. Nenek Iroh bahkan sudah siap untuk melakukan pemasangan gigi. Kendati demikian, Baim mulai merasa tak sabar untuk melihat sosok nenek Iroh setelah pemasangan gigi.
“Sudah pulang dia lagi cetak gigi, sudah puluhan tahun nggak ada gigi. Saya juga senang karena saya mau tahu ekspresi dia kalau makan pakai gigi,” pungkas Baim. “Prosesnya lama, kita datang empat atau lima kali. Ini hari terakhir.”
(wk/lail)