Sebelum Wafat, Gus Sholah Ingin Tonton Film 'NU-Muhammadiyah'
Nasional

Salahuddin Wahid telah tutup usia pada hari Minggu (2/2). Sebelum meninggal, sosok yang kerap disapa Gus Sholah ini punya keinginan untuk menonton film 'NU-Muhammadiyah'.

WowKeren - Indonesia kembali dirundung dengan duka atas berita kematian Salahuddin Wahid atau yang biasa disapa dengan nama Gus Sholah. Adik dari Presiden Republik Indonesia Ke-4 Gus Dur ini meninggal dunia di Rumah Sakit Harapan Kita pada hari Minggu (2/2) pukul 20.55 WIB.

Sebelum meninggal dunia, rupanya Gus Sholah telah memiliki keinginan terakhir yang belum sempat terwujud. Putra Gus Sholah, Irfan Asy'ari Wahid atau Ipang Wahid mengatakan jika sang ayah ingin menyaksikan film tentang dua tokoh organisasi masyarakat Islam terkemuka di Indonesia.

"Terakhir ngomongin Tebu Ireng," ungkap Ipang di rumah duka, Jl Bangka Raya, No 2C, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan pada Senin (3/2). "Tentang film bersama antara NU dan Muhammadiyah, 'Jejak Langkah Dua Ulama'.

Seperti yang diketahui, Gus Sholah selama ini dikenal sebagai salah satu sosok yang paling berpengaruh dalam dunia muslim di Indonesia. Ia juga merupakan pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng di Jombang, Jawa Timur.


Sementara film yang disebutkan Ipang tersebut berjudul "Jejak Langkah Dua Ulama" ini mengangkat kisah tentang KH Ahmad Dahlan selaku pendiri organisasi masyarakat Islam tertua di Indonesia Muhammadiyah dan KH Hasyim Asy'ari selaku pendiri Nahdlatul Ulama (NU). Gus Sholah sendiri merupakan cucu dari KH Hasyim Asy'ari.

"Sampai beliau juga berpikir, 'Kapan saya bisa melihat preview ini? Ayo, kita (lihat)'," kenang Ipang. "Saya bilang, entar dulu lah. Tadi pagi kami melihat film tersebut tanpa ada beliau. Saya cerita juga soal ini, tapi beliau juga nggak dengar saya rasa."

Sayang, Gus Sholah telah tutup usia sehingga tidak dapat meyaksikan film hasil kolaborasi antara Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO), Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dan Pesantren Tebu Ireng tersebut. Semasa hidup, ia juga pernah menyambut baik rencana pembuatan film tersebut saat melakukan sebuah jumpa pers.

"Muhammadiyah dan NU ini menjadi jangkarnya Indonesia, menjadi penyeimbang dari Pemerintahan siapapun juga. Semua itu karena peran dua tokoh ini (KH. Ahmad Dahlan dan KH. Hasyim Asy'ari)," ujar Gus Sholah di kantor Muhammadiyah, Yogyakarta pada Rabu (24/7) silam. "Karena itu perlu diperkenalkan agar masyarakat bisa mengenal lebih dekat dan meneladaninya."

(wk/lian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait