Kedua putra Presiden Jokowi, Gibran dan Kaesang kembali menggelar kompetisi eSport bertajuk 'Piala Mas Gibran'. Meski begitu, keduanya menegaskan jika acara ini bukan bagian dari kampanye.
- Nidya Putri
- Senin, 03 Februari 2020 - 09:57 WIB
WowKeren - Putra Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka dan Kesang Pangarep kembali menggelar kompetisi eSport bertajuk "Piala Mas Gibran". Tentunya, acara tersebut kerap disebut-sebut sebagai bentuk dari kampanye yang dilakukan oleh pengusaha catering tersebut.
Keduanya pun dengan tegas menampik kabar tersebut dengan mengatakan jika kompetisi eSport yang digelar ini tidak ada hubungannya dengan politik. Kaesang dalam sambutannya mengatakan telah menggelar kompetisi secara rutin. Bukan untuk kampanye, melainkan untuk mencari bibit atlet eSport.
"Jadi ini bukan kampanye. Kami sudah dua tahun ini mengadakan kompetisi secara rutin," kata Kaesang saat membuka acara di The Park Mall, Solo Baru, Sukoharjo, Sabtu (1/2). "Kita ingin mencari bibit atlet eSport."
Gibran kemudian menambahkan jika kompetisi sudah sering dia gelar di Jakarta. Ia tidak ingin jika acara kompetisi ini dihubungkan dengan pencalonannya untuk menjadi calom Wali Kota Solo.
"Ini tidak ada hubungannya dengan kampanye," tegas Gibran. "Terserah mau dukung saya atau nggak. Yang penting hari ini kita have fun."
Perlu diketahui, kompetisi eSport "Piala Mas Gibran" kali ini dikhususkan untuk game Mobile Legend: Bang Bang (MLBB). Sebanyak 576 tim atau sekitar 2.880 pemain ikut serta dalam turnamen yang berlangsung pada 1-2 Februari 2020.
Sebelumnya, kedua putra orang nomor satu di Indonesia itu telah menggelar kompetisi eSport pada 28-29 Desember 2019 di Diamond Convention Center Solo. "Pemain Mobile Legend di Jawa Tengah cukup besar, 11 persen dari seluruh pemain di tingkat nasional yang mencapai 31 juta pemain dalam sebulan," ujar ayah Jan Ethes itu.
Tak sampai di situ, bahkan pada kompetisi yang digelar pada Desember 2019 lalu ini turut menyediakan total hadiah sebesar Rp 200 juta. Hadiah tersebut berasal dari sponsor-sponsor yang mau diajak kerja sama dalam menyelenggarakan event tersebut.
"Memang di Jakarta biasa (hadiah) seperti itu," paparnya. "Itu dari sponsor. Kalau bisa acara-acara seperti itu dibawa ke Solo, karena biayanya bisa jauh lebih murah."
(wk/nidy)