Pemerintah Tiongkok kini menutup kota Wenzhou. Meski letak kota jauh dari Wuhan, keputusan ini diambil lantaran jumlah penderita virus Corona banyak di daerah tersebut.
- Nidya Putri
- Senin, 03 Februari 2020 - 12:46 WIB
WowKeren - Penyebaran virus Corona yang cepat membuat Pemerintah Tiongkok menutup akses kota Wuhan, Provinsi Hubei yang menjadi titik nol virus tersebut. Namun, baru-baru ini pemerintah setempat memutuskan untuk melakukan hal serupa pada kota Wenzhou.
Diisolasinya kota Wenzhou ini merupakan kejadian pertama yang terjadi di luar provinsi Hubei. Dilansir AFP, Senin (3/2), Wenzhou di provinsi Zhejiang terletak 800 kilometer dari Wuhan.
Meski jauh dari sumber virus 2019-nCoV, namun penderita virus corona di Wenzhou adalah yang terbanyak di luar Wuhan. Hingga kini, sudah ada 661 penderita virus corona di Zhejiang, terbanyak di Wenzhou yaitu 265 orang.
Tindakan pengisolasian Wenzhou ini dilakukan selang 10 hari setelah Tiongkok mengisolasi Wuhan dan kota-kota sekitarnya, berdampak pada kehidupan 50 juta orang. Wenzhou sendiri merupakan kota pesisir dengan penduduk berjumlah 9 juta orang.
Keputusan pengisolasian ini membuat seluruh transportasi massal di Wenzhou seperti kereta dan bus akan dihentikan operasinya, sebanyak 46 ruas jalan tol juga akan ditutup. Pemerintah setempat juga menerapkan pembatasan untuk warga Wenzhou agar tidak keluar rumah dan hanya satu orang per kepala keluarga yang boleh keluar rumah setiap dua hari sekali untuk membeli kebutuhan.
Seluruh kegiatan di Wenzhou akan dihentikan, termasuk seluruh pameran dan pertunjukan. Sekolah dan kampus-kampus meliburkan siswanya hingga 1 Maret mendatang.
Bahkan perusahaan juga harus merumahkan karyawannya setidaknya hingga 17 Februari, kecuali kantor pemerintahan yang akan masuk pada 9 Februari. Dengan aturan ini, bisa dipastikan Wenzhou akan seperti kota hantu.
Menurut data terbaru, sudah 362 orang meninggal dunia akibat virus corona, kebanyakan di Wuhan. Namun, dapat dipastikan belum ada pasien meninggal yang berasal dari kota Wenzhou. Sementara jumlah kasus virus Corona sendiri telah mencapai 17 ribu orang.
(wk/nidy)