Tiga dari WNI yang dievakuasi dari Wuhan, Tiongkok dan dikarantina di Natuna, Kepulauan Riau, merupakan anak-anak. Menyoroti hal ini KPAI mengatakan jika anak-anak tersebut membutuhkan penjelasan terkait prosedur karantina yang tengah dijalani.
- Nidya Putri
- Selasa, 04 Februari 2020 - 09:58 WIB
WowKeren - Pemerintah RI telah berhasil mengevakuasi 238 warga negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, Tiongkok ke Tanah Air pada Minggu (2/2). Para WNI ini selanjutnya akan menjalani prosedur karantina selama 14 hari di Natuna, Kepulauan Riau.
Dari 238 warga yang dievakuasi, tiga di antaranya merupakan anak-anak. Para WNI yang berada di area observasi diwajibkan untuk mengikuti prosedur demi prosedur pengecekan yang diperlukan.
Prosedur yang sama juga dilakukan terhadap 3 anak tersebut. Berdasarkan informasi yang didapat, ketiga anak itu masing-masing berumur 8, 9, dan 13 tahun.
Mendengar kabar terkait kondisi 3 anak yang ikut diobservasi, anggota Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Penanggung Jawab Bidang Kesehatan dan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif (Napza), Siti Hikmawati pun buka suara.
Menurut Siti, anak-anak ini perlu diberikan penjelasan secara logis terkait karantina yang mereka jalani. "Kalau 10 tahun, 12 tahun itu sudah relatif bisa diajak bicara, jadi bisa dijelaskan secara logis," ujarnya dilansir Kumparan, Selasa (4/2). "Bisa kita jelaskan (alasan dikarantina secara logis)."
"Karena (diduga) terdeteksi sebuah penyakit maka sementara perlu dikarantina," sambungnya. "Kan ini sementara sampai terbukti, untuk melindungi kepentingan lebih besar."
Namun, Siti juga menambahkan jika anak-anak merupakan yang paling mudah rentan terkena dan tertular virus. Oleh karena itu, perawatannya perlu diperhatikan betul.
"Kalau misalnya sekarang terjadi, terindikasi, perlu dilakukan isolasi, supaya penyebaran tidak berlangsung kepada yang lain," paparnya. "Karena anak-anak akan lebih cepat (kena virus) daripada orang dewasa."
Selain itu, ia juga mengimbau agar para orang tua selalu menjaga imunitas anak-anaknya. Salah satunya adalah dengan memberikan asupan makanan yang mengandung mikro nutrien.
"Saya ingin mengimbau, ini kan menimbulkan kepanikan tersendiri sehingga orang banyak beli masker," tutupnya. "Saya mendorong para orang tua membangun kekebalan dari dalam, memperkuat imunitas dari dalam. Salah satunya mengkonsumsi makanan makanan yang mengandung mikro nutrien, seperti sayur dan buah untuk anak-anak."
(wk/nidy)