Warga Natuna Tolak Kedatangan 245 WNI Dari Wuhan, Polisi: Bagaimanapun Mereka Saudara Kita
Twitter/Kemlu_RI
Nasional
Wabah Virus Corona

Pesawat Batik Air yang mengangkut 245 WNI dari Tiongkok mendarat di Bandara Hang Nadim, Batam, pada Minggu (2/2) pagi ini. Setelah itu, para WNI akan diangkut 3 pesawat milik TNI menuju Natuna, Kepulauan Riau.

WowKeren - Pemerintah RI telah berhasil mengevakuasi sebanyak 245 warga negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok. Upaya pemulangan ratusan WNI dilakukan menanggapi mewabahnya virus Corona yang pertama kali ditemukan di Wuhan.

Pesawat Batik Air yang mengangkut WNI dari Tiongkok mendarat di Bandara Hang Nadim, Batam, pada Minggu (2/2) pagi ini. Usai pemeriksaan kesehatan dan menjalani prosedur kekarantinaan, para WNI akan diangkut 3 pesawat milik TNI menuju Natuna, Kepulauan Riau. Pesawat tersebut yakni Hercules A-1315 serta dua pesawat Boeing, yakni AL-7304 dan A 7306.

Diketahui, para WNI yang telah berhasil dipulangkan akan dikarantina di Natuna terlebih dahulu sebelum dikembalikan ke rumah masing-masing. Hal ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi.

Sayangnya, warga Natuna menolak kedatangan para WNI dari Wuhan tersebut. Menanggapi penolakan tersebut, Polda Kepri pun meminta agar masyarakat saling memberikan bantuan dan dukungan.

"Bagaimanapun mereka saudara kita, warga Indonesia juga," tutur Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt di Bandara Hang Nadim pada Minggu (2/2) hari ini. "Jadi sudah saatnya kita saling membantu dan memberikan dukungan."


Lebih lanjut, Harry menegaskan bahwa para WNI dari Wuhan yang akan dikarantina di Natuna tersebut dalam kondisi sehat. Pasalnya, seluruh WNI telah diperiksa dan dinyatakan sehat sebelum dievakuasi ke Batam.

"Kalau tidak sehat, pasti tidak diperbolehkan keluar oleh pemerintah China," ungkap Harry. "Karena sehatlah, makanya diperbolehkan keluar dari China."

Polda Kepri sendiri menerjunkan sebanyak 117 personel Brimob untuk menjaga agar situasi Natuna tetap kondusif. "Pagi tadi kami terbangkan 117 personel," tutur Harry.

Harry sendiri menilai bahwa penolakan ini hanyalah bentuk penyampaian aspirasi warga Natuna saja. Situasi Natuna sendiri disebutnya sejauh ini masih kondusif.

"Natuna tegang hoaks itu," tegas Harry. "Natuna kondusif kok, dan sejauh ini aman."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts