Gubernur DKI Anies Baswedan mengaku bahwa pihaknya sejak semalam terus memantau situasi setelah debit air di Bendungan Katulampa, Bogor, mengalami kenaikan.
- Bertilia Puteri
- Sabtu, 08 Februari 2020 - 16:47 WIB
WowKeren - Genangan banjir lagi-lagi muncul di sejumlah kawasan Ibu Kota. Di Jakarta Selatan saja, dilaporkan terdapat 5 titik banjir usai hujan mengguyur sejak malam hingga Sabtu (8/2) pagi.
Menurut Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali, 5 titik tersebut adalah Tanjung Barat, Pejaten Timur, Pengadegan, Rawa Jati dan Manggarai. Ketinggian air di wilayah Tanjung Barat dan Pejaten Timur bahkan diperkirakan sempat mencapai 1 meter.
Warga pun dibuat gerah dengan banjir yang kembali terjadi di Jakarta. Foto-foto banjir Jakarta bahkan memenuhi media sosial Twitter dengan disertai tagar #GubernurTerbodoh pada Sabtu (8/2).
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sendiri mengklaim bahwa banjir yang terjadi di sejumlah titik Ibu Kota pada Sabtu (8/2) telah surut. Menurut Anies, banjir tersebut terjadi akibat curah hujan yang tinggi.
"Sudah surut, curah hujan memang cukup tinggi tadi malam," terang Anies dilansir CNN Indonesia. "Jadi kami mulai berjaga kemarin jam 5 sore, jam 4 di Katulampa sudah mulai naik."
Lebih lanjut, Anies mengaku bahwa pihaknya sejak semalam terus melakukan pemantauan setelah debit air di Bendungan Katulampa, Bogor, mengalami kenaikan. Anies menjelaskan bahwa pemantauan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya banjir.
"Jadi tadi malam kami pantau terus," ungkap Anies. "Jam 10 malam Katulampa sampai puncaknya, lalu kami antisipasi di Jakarta."
Di sisi lain, berdasarkan informasi dari akun resmi TMC Polda Metro Jaya di Twitter, beberapa kawasan yang dilanda banjir di antaranya adalah Jalan Letjen Suprapto, Underpass Kemayoran, KBN Cakung, Kelapa Gading, Kawasan Pulogadung, Kolong Semanggi, dan Depan Terminal Bus Tanjung Priok. PLN bahkan sempat memadamkan 126 gardu listrik akibat banjir tersebut.
"Dipadamkan karena untuk keselamatan jiwa pelanggan dan warga," terang VP Public Relation PLN Dwi Suryo Abdullah pada Sabtu (8/2). "Mengingat kondisinya sedang banyak genangan."
(wk/Bert)