Terancam 3,5 Tahun Bui, Sikap Sok Jago Penyiksa Siswi SMP di Purworejo Disorot
Nasional

Kasus perundungan di SMP Muhammadiyah Butuh, Purworejo, Jawa Tengah menjadi pembicaraan panas usai videonya viral. Di video itu terlihat 3 siswa menyiksa seorang siswi.

WowKeren - Masalah perundungan atau bullying di Indonesia bak tak kunjung berakhir. Pasca viralnya kasus perundungan yang dialami siswa kelas 7 SMPN 16 Malang berinisial MS (13), kini dunia maya juga dibuat heboh dengan penyiksaan yang dialami seorang siswa SMP di Purworejo.

Dalam sebuah video yang viral di media sosial terlihat sejumlah siswa tengah menyiksa seorang siswi. Sang korban tampak tak berkutik di tempatnya duduk kendati badannya terus menjadi "samsak" bagi para penyiksanya.


Kasus itu pun langsung menarik perhatian Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Tak hanya Ganjar, polisi pun kini dilaporkan sudah turun tangan dan menetapkan tiga siswa penyiksa dalam video itu sebagai tersangka.

Kasatreskrim Polres Purworejo, AKP Haryo Seto, menyebut ketiga pelaku kekinian masih diperiksa oleh pihaknya. Namun mereka sedianya akan dijerat dengan Pasal 80 UU Perlindungan Anak dan terancam hukuman 3,5 tahun penjara.

"Itu kan perundungan terhadap anak, bisa dijerat Pasal 80 UU Perlindungan Anak," ujar Haryo, Kamis (13/2). "Mereka bisa dipenjara 3 tahun 6 bulan."

Lantas apa alasan para pelaku menyiksa siswi tersebut? Rupanya mereka sakit hati karena sang korban melaporkan aksi pemalakan yang biasa mereka lakukan kepada guru.

"Jadi tersangka meminta uang Rp 2 ribu, namun korban melapor ke guru mengaku dimintai uang Rp 20 ribu," jelas Kapolres Purworejo, AKPB Rizal Marito, dilansir Detik News. "Atas pelaporan itu kemudian tersangka komplain terhadap korban sehingga terjadi hal tersebut."

Namun ada yang lebih menarik perhatian masyarakat di balik kasus tersebut, yakni soal sikap sok jago tersangka. Berdasarkan pengakuan perekam video viral itu, sang pelaku lah yang memintanya untuk terus merekam aksi penyiksaan tersebut.

"Iya, dipukul, ditendang (korbannya), nggak tahu kalau niat awalnya apa," terangnya. "Saya kan lagi di kelas IX, terus penasaran di kelas VIII ada apa."

"Terus saya ambil HP, saya iseng merekam. Malah (pelaku) minta divideo terus, ya tetap saya rekam terus," imbuhnya.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts