Dita Soedarjo Ngamuk Dibully Tak Diciumi-Ditiduri Dedy Susanto Karena Tajir
Instagram/ditasoedarjo
Selebriti

Dita Soedarjo tak terima dihakimi netizen karena kekayaannya. Ia menegaskan tak berniat membela Dedy Susanto yang sempat dituding telah menciumi dan meniduri pasien.

WowKeren - Sosialita Dita Soedarjo sempat angkat bicara soal kabar doktor psikologi sekaligus terapis Dedy Susanto melecehkan pasien. Sebelumnya, Revina VT membongkar borok Dedy suka menciumi hingga mengajak tidur pasien.

Pernah menjadi pasien terapi Dedy, Dita lantas angkat bicara. Ia mengaku tak mengalami pelecehan selama diterapi oleh Dedy.


"Aku ga pernah diajak ktemu di hotel dll thankfully tapi pernah diajak ktemu di mobil atau dia tawarin kerumahku karena menurut dia terlalu jauh buat aku ke clinic dia mungkin, dia mau ktemu aku di tengah," tulis Dita. "Tapi aku sangat tegas bahwa tidak apa2 aku ke klinik dia yang di kelapa gading. Dia professional sama aku walaupun kadang abit too friendly tapi selalu kalo aku alihin topic lagi, pasti langsung sangat on point dan ngomongin soal luka batin dll dan tidak ada ajakan aneh2."

Namun postingan itu segera dihapus oleh Dita. Ini karena ia disentil oleh netter.

"Aku cuman mau bilang ka dita sama mereka beda strata. Mereka kan orang biasa sedangkan ka dita org besar keluarga terpandang !! Kalo lecehin ka dita sama aja nyari matiii!! Gak bisa di samain,” tulis seorang warganet. "Kak Dita orang terpandang 7 cerdas. Juga punya power. Jadi rasanya tak mungkin Pak Dedy bersikap macam-maacam pada Kak Dita," sahut netter lainnya.

Rupanya karena disentil netter, Dita jadi berang. Dita lantas mengunggah postingan bijak seolah memarahi netter atas nyinyiran mereka.

"Capek deh ya kalo orang cuman baca sedikit tulisan, tapi nyambunginnya kemana mana and salah artiin. Kalo ngomongin dari segi “hukum” pasti beda tolak ukurnya ama “bayangin perasaan orang itu yang jadi victim” and “hati nurani” mana ada sih di sidang kita lihat orang kadar hukumannya di nilai dari “perasaan” karena di hukum soal bukti, saksi, saksi juga harus “sah” kalau bener tanpa bukti kuat bisa aja gak valid. Huff. People only wana understand what you write from their level of understanding. Jelas2 beda kalo ngomongin hukum dan perasaan. gak bisa di sama2in," tulis mantan tunangan Denny Sumargo ini. "Ga usah salah artiin kaya gw sesama perempuan gak ada perasaan😅 jelas2 beda! Ngomongin dari segi apa dulu- gak asal semua di sama rayain tolak ukurnya dan setiap kesalahan emang harus ada tanggunf jawab pastinya! Saya ga benarin siapa2 dan bilang dia ga salah. Dan sebelum bully saya gak peduli dll dan ga bisa bayangin rasanya korban, aduh, check track record saya dulu, saya ini peduli apa bertahun tahun bantu korban apa? Jangan asal asbun and asumsi cuman dari sudut pandang anda! Gampng bgt ngomong orang ga peduli, orang ga sensitif dengan masalah orang lain dll mentang2 saya di rasa orang “kaya” kaya gw gak bisa rasain apa2, u have no idea what your talking about, cuman nyerocos negative terus but no actions! People these days are so negative and always assume the worst and salah artiin semua hal dan karena saya dirasa mereka “orang kaya” gak pernah tau susah, ga pernah tau ini, itu, its so cruel of you to judge someones life and assume they know no hardship!"

"You have no idea what your talking about. You dont know me and dont know things i been through juga! Bisa lemes ya kalo ladenin orang yang asbun bangett but its just a lesson for us to be positive and not be one of those negative quick to assume judge misunderstanding people girls! At the end of the day my level of care is more into action than words and i have a very much clear track record for many years caring for victim yang kena harrasment bukan hanya cuman online and negative coment sana sini on sosmed! If my level of care cuman down to what i say but not in action- i wil be very ashamed!" serunya.

Postingan Dita ini menuai beragam komentar sinis dari netter. "Mungkin berhenti di kata 'buat yang merasa korban lebih baik melapor ke polisi dan kita serahkan ke hukum" tau "nanti saya bantu bila ada bukti" bukan membahas khilaf dan kesalahan dan memasang foto terduga," seru netter. "Perkataan Dita sampe ada dampaknya loh, ada yg bilang "sedown2 nya orang kalo sampe mau diajak ke kamar hotel berdua aja, berarti sama2 mau". Ada di repost sama Dita di story, tapi ga ditanggapin apa2. Jd kesa nya Dita repost itu sebagai pembelaan. Pdhl statement itu membanding2kan Dita & korban. Dan perkataan kayak gt jahat bgt ya," seru netter lainnya.

(wk/riaw)

You can share this post!

Related Posts