Setelah selama ini selalu terlihat tegar di hadapan media, ayah Ashraf Sinclair akhirnya mengungkapkan isi hati bagaimana hancurnya kehilangan salah satu putranya secara mendadak.
- Ruth Meliana
- Senin, 02 Maret 2020 - 13:19 WIB
WowKeren - Kepergian Ashraf Sinclair untuk selama-lamanya masih meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga dan sahabat-sahabatnya. Suami Bunga Citra Lestari telah meninggal dunia pada hari Selasa (18/2) lalu di Rumah Sakit Metropolitan Medical Centre (MMC) karena serangan jantung.
Ayah Ashraf, Mohamed Anthony John Sinclair selama ini selalu terlihat tegar di hadapan media sejak meninggalnya sang putra. Kini, Mohamed Anthony John Sinclair melalui akun Instagram akhirnya mengungkapkan perasaannya sebagai seorang ayah yang kehilangan putranya di usia muda.
Secara menyentuh, ia mengutarakan perasaan sedihnya sejak ditinggal pergi Ashraf selama-lamanya sejak 2 minggu lalu. Menurut pengakuannya, ia selama ini memang kerap menunjukkan senyum palsu dihadapan orang-orang dan terus berusaha tegar.
"TENTANG KEHILANGAN - PERSPEKTIF AYAH. Sudah hampir dua minggu sejak kau meninggalkan kami tiba-tiba, Ash. Tadi malam adalah tahlil terakhir, setidaknya sampai hari ke-40," ungkapnya melalui akun Instagram, Minggu (1/3). "Saya ditanyai di pemakaman Anda bagaimana perasaan saya, saya bilang saya tidak punya kata-kata untuk menggambarkan perasaan saya secara memadai - tetapi bagaimana perasaan saya sekarang?."
"Saya sebenarnya harus berhenti sebentar dan mencari ke dalam untuk menjawabnya. Mati rasa, terutama. Saya dapat beroperasi setiap hari, tetapi sebagian besar warna hidup saya hilang," sambungnya. "Saya bisa tertawa, tersenyum, bercanda dengan teman dan keluarga, dan berpose untuk para wefies di tahlil tetapi banyak dari ini dilakukan karena itu harus dilakukan; senyumku tadi malam lebih dipaksakan dari biasanya."
Ayah Ashrah juga mengaku begitu mati rasa saat melihat jenazah Ashraf dimakamkan di San Diego Hills, Karawang, Jawa Barat. Ia menjabarkan perasaannya yang begitu dipenuhi dengan rasa sakit hingga terkadang sering menangis lantaran sulit percaya sang putra pergi begitu mendadak.
"Mati rasa, sampai gelombang rasa sakit, kehilangan dan kesedihan datang menyapu saya; kadang-kadang cukup kecil, dan aku bisa mengedipkan air mata, dan di waktu lain membiarkanku menangis tersedu-sedu," ungkapnya. "Kemudian, secepat itu datang, itu mereda dan meninggalkan saya dan ketenangan mulai terjadi - agak basah dalam banyak waktu, tetapi lebih tenang."
Meski demikian, ayah Ashraf turut mengungkapkan rasa bangganya terkait bagaimana sang mendiang putranya semasa hidup kerap menyentuh hati banyak orang. Ia mengaku begitu tersentuh saat mendengar sahabat-sahabat hingga orang-orang berbicara kebaikan sang putra secara langsung terhadapnya.
"Saya, dan tetap, benar-benar tersentuh oleh apa yang dikatakan orang-orang, sering kali sama sekali tidak dikenal, kepada saya tentang bagaimana Ashraf telah memengaruhi kehidupan mereka dengan berbagai cara," tulis John. "Satu orang meluangkan waktu untuk menulis surat yang indah dan menyentuh kepada saya melalui email."
"Dia tidak mengenal Ashraf atau Bunga, tetapi dia mengenali rasa sakit seorang ayah yang kehilangan putranya dan dia meluangkan waktu untuk menjangkau saya. Terima kasih Pak," sambungnya. "Saya sangat tersentuh dengan gerakannya, dan gerak-gerik banyak orang lain. Saya mencoba menjawab semua pesan belasungkawa yang membanjiri, baik sebagai bentuk terapi dan untuk menjaga diri saya sibuk, terutama dalam beberapa hari pertama."
(wk/lian)