KPAI Minta Agar Upacara di Sekolah Dibatasi Demi Tangkal Virus Corona
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Komisioner KPAI Retno Listyarti meminta agar pemerintah mengeluarkan surat edaran Menteri berupa SOP (Standar Operasional Prosedur) untuk melindungi anak-anak dari virus Corona.

WowKeren - Wabah virus Corona (Covid-19) hingga kini masih menjadi perhatian dunia dan membuat banyak negara merasa was-was. Indonesia sendiri baru saja mengonfirmasi kasus Corona pertamanya pada Senin (2/3) hari ini.

Virus mematikan ini diketahui mudah menyerang siapa saja, termasuk anak-anak yang rentan terkena penyakit. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pun meminta agar pemerintah mengeluarkan surat edaran Menteri berupa SOP untuk melindungi anak-anak dari virus Corona.

"Kemdikbud (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) dan Kemenag (Kementerian Agama) dapat segera mengeluarkan surat edaran menteri atau semacam SOP dalam upaya melindungi anak-anak selama berada di sekolah," tutur Komisioner KPAI Retno Listyarti dalam keterangan tertulisnya pada hari ini.

SOP untuk melindungi anak-anak dari virus Corona yang dimaksud Retno adalah mewajibkan penggunaan masker dan wajib mencuci tangan dengan antiseptik. Selain itu, aktivitas di luar ruangan seperti olahraga dan upacara juga sebaiknya dibatasi.


"Misalnya membatasi sentuhan fisik antarwarga sekolah, seperti bersalaman untuk sementara waktu," jelas Retno. "Serta meminta para siswa dan guru untuk menjaga kesehatan, istirahat cukup, dan makan makanan bergizi seimbang."

Selain SOP, Retno juga meminta agar pemerintah pusat dan pemerintah daerah (pemda) menganggarkan penyediaan masker dan antiseptik di seluruh sekolah. Pasalnya, harga jual dan ketersediaan masker di pasaran mahal dan terbatas menyusul maraknya isu virus Corona ini.

"Pemerintah pusat dan pemerintah daerah dapat menganggarkan penyediaan masker dan antiseptik bagi seluruh sekolah di semua jenjang di wilayah masing-masing, mengingat harga masker naik berkali-kali lipat sehingga kemungkinan tidak terjangkau untuk dibeli warga," pungkas Retno. "Hal ini merupakan upaya untuk mencegah dan melindungi anak-anak dan para guru tertular COVID-19 selama berada di sekolah."

Di sisi lain, Presiden Joko Widodo baru saja mengonfirmasi adanya 2 warga Indonesia yang positif terjangkit Corona. Kedua WNI tersebut diketahui sempat melakukan kontak dengan WN Jepang yang juga dinyatakan positif terjangkit Corona.

(wk/Bert)


You can share this post!

Related Posts