Sebelumnya, Direktur Utama PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. Ririek Adriansyah membenarkan adanya salah satu karyawan yang meninggal karena flu, sesak, dan juga batuk.
- Bertilia Puteri
- Selasa, 03 Maret 2020 - 14:49 WIB
WowKeren - Seorang pasien yang berstatus suspect virus Corona (Covid-19) dilaporkan meninggal dunia di Rumah Sakit Dr Hafidz (RSDH), Cianjur, Jawa Barat, pada Selasa (3/3) hari ini. Pasien tersebut diketahui merupakan pegawai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yaitu PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk alias PT Telkom.
Menanggapi kabar tersebut, Menteri BUMN Erick Thohir pun menyampaikan duka cita yang mendalam. Erick juga meminta agar seluruh pihak menghentikan segala praduga di dalam suasana duka ini. Menurut Erick, pihak Telkom telah mengambil langkah cepat dalam berkoordinasi dengan keluarga dan Kementerian Kesehatan untuk mengetahui penyebab penyakit karyawan tersebut.
"Saya sebagai Menteri BUMN menyampaikan duka cita pada keluarga yang ditinggalkan," tutur Erick dalam keterangannya pada Selasa (3/3). "Jangan berspekulasi karena peristiwa ini sendiri sudah ditangani oleh pihak-pihak yang memang punya kompetensi di bidang kesehatan."
Menurut Erick, langkah cepat dan proaktif PT Telkom untuk merespons penyebab meninggalnya karyawan tersebut merupakan bentuk simpati dan tanggung jawab moral perusahaan. "Kami mengapresiasi langkah cepat dan empati yang diambil Telkom," ujar Erick.
Sebelumnya, Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah membenarkan adanya salah satu karyawan yang meninggal karena flu, sesak, dan juga batuk. Meski demikian, Ririek juga menjelaskan bahwa karyawan yang bersangkutan memang memiliki riwayat penyakit dengan keluhan serupa.
"Bahwa benar ada seorang karyawan kami yang meninggal pagi ini (3/3) di Rumah Sakit dr Hafiz (RSDH) Cianjur," terang Ririek. "Berdasarkan riwayat medis yang tercatat di perusahaan, sejak tahun 2010 yang bersangkutan memiliki keluhan dan sering mengalami radang saluran nafas dan batuk pilek."
Untuk memastikan penyebab meninggalnya karyawan tersebut, PT Telkom pun berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan. "Saat ini kami sedang berkoordinasi intensif dengan Kementerian Kesehatan untuk mendapatkan hasil pemeriksaan laboratorium," jelas Ririek.
Selain itu, Ririek juga menjelaskan bahwa semenjak wabah Corona merebak, perusahaannya telah melakukan langkah-langkah preventif terhadap upaya pencegahan penyebaran virus secara aktif. Salah satunya adalah dengan mengimbau seluruh karyawan PT Telkom untuk tidak melakukan perjalanan ke luar negeri.
"Selain kami telah mensosialisasikan pengenalan dan pencegahan gejala penyakit virus Corona (Covid-19), mengimbau untuk senantiasa memantau perkembangan penyebaran melalui media informasi resmi," pungkas Ririek. "Dan mengaktifkan posko yang melibatkan tenaga medis serta call center yang dapat dihubungi 24 jam."
(wk/Bert)