Camilla Tak Akan Dipanggil Ratu Jika Pangeran Charles Jadi Raja Inggris, Ini Sebabnya
Getty Images
Selebriti

Belakangan ini santer beredar kabar yang mengatakan bahwa Pangeran Charles akan naik takhta menjadi Raja Inggris pada tahun 2021 nanti. Namun rupanya, Camilla selaku istrinya tak akan mendapatkan gelar Ratu.

WowKeren - Topik soal Ratu Elizabeth II yang tampaknya sama sekali belum mau turun dari takhtanya memang santer dibahas sejak beberapa tahun terakhir. Ratu Elizabeth sendiri tercatat telah memerintah sejak tahun 1952 silam. Hal ini berarti bahwa sang Ratu sudah menjabat selama hampir 67 tahun, yang membuatnya menjadi pemimpin Kerajaan Inggris dengan periode terlama.

Namun belakangan ini, laporan terbaru menyebut kalau sang Ratu akan menyerahkan kekuasaan kepada Pangeran Charles pada tahun 2021, atau saat Ratu berusia 95 tahun. Bahkan sang Prince of Wales disebut-sebut telah menjalani proses transisi dengan terlibat dalam tugas-tugas Kerajaan saat ibunya masih berkuasa, dan tengah disiapkan untuk mengampu jabatan sebagai Raja.

Terkait bahasan ini, rupanya publik juga menyoroti gelar baru yang akan disematkan untuk istri Pangeran Charles, Camilla. Rupanya, Duchess of Cornwall tersebut tak akan menyandang gelar Ratu meskipun nantinya suaminya diangkat sebagai Raja Inggris.

Pihak Istana sebenarnya sudah mengumumkan bahwa sang Duchess of Cornwall tak akan mendapatkan gelar Ratu seperti yang seharusnya. Disebutkan bahwa Camilla akan menyandang gelar Princess Consort (Putri Permaisuri) jika Charles menjadi Raja Inggris nanti.


Bukan tanpa alasan, rupanya gelar ini diberikan lantaran Kerajaan Inggris tak mau menimbulkan masalah berkepanjangan, baik di kalangan bangsawan lain maupun publik. Seperti yang diketahui, sampai saat ini mayoritas rakyat Inggris belum bisa menerima Camilla sepenuhnya usai kematian tragis yang menimpa mendiang istri Pangeran Charles sebelumnya, Putri Diana.

Bahkan, mayoritas rakyat Inggris disebut-sebut lebih setuju apabila pasangan Duke dan Duchess of Cambridge (Pangeran William dan Kate Middleton) yang langsung naik takhta dan melompati Charles. Berdasarkan voting yang dilakukan oleh Express.co.uk, sekitar 61% warga Inggris menolak Charles naik takhta karena tak mau Camilla menjadi Ratu mereka. 35% warga lain memilih setuju, sedangkan 4% sisanya mengaku abstain (tidak memihak).

Oleh karena itu, jika nantinya Kerajaan memberikan gelar Ratu pada Camilla saat Charles naik takhta, sudah tentu mereka akan mendapatkan kecaman besar-besaran. "Itu adalah gelar baru yang dibuat hanya untuk Camilla, karena memahkotai dirinya sebagai Ratu akan menciptakan masalah untuk bangsawan," tulis kolumnis Daniel Engber.

Sebelumnya, Pangeran Charles dikabarkan ingin Camilla menyandang gelar Queen Consort alias Ratu Permaisuri jika ia naik takhta nanti. Namun sudah tentu, keinginan Charles tak bisa terwujud begitu saja lantaran ada banyak pihak yang menentang hal tersebut.

"Niatnya awalnya agar bangsawan itu dikenal sebagai Ratu Permaisuri ketika Pangeran menyetujui takhta. Ini diumumkan pada saat pernikahan dan sama sekali tidak ada perubahan sama sekali," kata juru bicara Charles kepada The Times.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait