Merapi Sempat Erupsi, Hamengkubuwono X Beri Respon Adem
Nasional

Gunung Merapi sempat erupsi pada Selasa (3/3) pagi hingga menghasilkan kolom abu setinggi 6 ribu meter atau 6 kilometer. Meski begitu, Gubernur DIY Yogyakarta, Sultan Hamengkubuwono X hanya memberikan respon santai.

WowKeren - Gunung Merapi kembali mengalami erupsi pada Selasa (3/3) pagi. Bahkan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat erupsi tersebut menghasilkan kolom abu setinggi 6 ribu meter atau 6 kilometer.

Merespon peristiwa tersebut, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan jika erupsi adalah hal yang wajar. "Ya ora popo (ya tidak apa-apa), erupsi itu lebih baik daripada meletus, kan gitu," ujar Sultan di kantor Gubernur DIY, Kepatihan, Kota Yogyakarta, Selasa (3/3). "Kalau meletus itu ke atas, kalau erupsi itu hanya lewat bawah."

Menurut Sultan, Gunung Merapi adalah salah satu gunung berapi paling aktif di dunia. Karena itu, aktivitas erupsi Merapi bukan hal yang perlu dikhawatirkan secara berlebihan.

"Ya kalau itu disumpeli (disumpali kubah lava) malah repot, gitu, lo," katanya. "Biasa, memang (Gunung) Merapi itu (salah satu gunung berapi paling) aktif di dunia, kok."


Sultan lantas meminta masyarakat untuk tidak mempermasalahkan persoalan erupsi Gunung Merapi. Sebab, masyarakat di sekitar lereng Merapi sudah tahu apa yang dilakukan jika aktivitas Merapi meningkat. "Ya kita saja yang mempermasalahkan, coba tanya (warga) sekitar Merapi, kan menganggapnya biasa," tuturnya.

Terkait aktivitas penambangan pasir di sekitar Gunung Merapi, Sultan menilai hal itu juga tidak jadi masalah. Menurutnya, para penambang akan berhenti menambang jika kondisi Merapi tidak kondusif.

"Ya ndak papa (masih ada penambangan pasir pascaerupsi Merapi)," tutupnya. "Mereka kalau itu merasa terganggu, kan minggir sendiri. Orang lereng Merapi itu sudah tahu apa yang harus mereka lakuken, ndak usah diajari, gitu."

Sebelumnya diketahui, Kementerian Perhubungan memutuskan untuk menutup sementara Bandara Internasional Adi Soemarno akibat erupsi yang terjadi di Gunung Merapi. Sementara itu, AirNav Indonesia telah mengeluarkan Ashtam atau sejenis notam (notice to airman) nomor VAWR 9293 dan Notam Aerodrome Closed (penutupan sementara bandara).

Pemberitahuan ini bertujuan untuk memberikan panduan bagi para penerbang yang melintas di sekitar wilayah erupsi gunung Merapi.

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait