YLKI Geram Pasar Pemprov DKI Jual Masker Rp 300 Ribu: Ini Mengeksploitasi Warga
Nasional

Sementara itu di Surabaya, Wali Kota Tri Rismaharini justru menimbun masker untuk dibagikan kepada warganya secara cuma-cuma. Risma mengaku sudah menimbun masker sejak Januari lalu.

WowKeren - Badan Usaha Milik Daerah PD Pasar Jaya menjual masker seharga Rp 300 ribu per boks. Hal ini rupanya menuai sorotan dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia.

Menurut YLKI, PD Pasar Jaya justru hanya akan mengeksploitasi masyarakat dengan menjual harga masker yang setinggi itu. Hal itu sebagaimana dikemukakan oleh Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi. Terlebih lagi, PD Pasar Jaya merupakan perusahaan milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Iya itu namanya enggak ada bedanya malah mengeksploitasi warga, mengeksploitasi konsumen," kata Tulus dilansir Kompas, Kamis (5/3). "Ini hal yang tidak bermoral yang dilakukan PD Pasar Jaya selaku pasar yang notabene milik pemerintah."


Tulus menilai jika pengusaha swasta dianggap tidak bermoral dan tidak berempati terhadap warga dengan menjual masker dengan harga yang tinggi, maka Pasar Jaya yang notabene milik pemerintah justru lebih tidak bermoral. Oleh sebab itu, ia minta agar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan segera turun tangan. "Nah itu yang saya kira ngawur itu PD Pasar Jaya. Anies harus menegur Dirut Pasar Jaya," kata dia.

Ia menilai seharusnya Pasar jaya tidak mencari untung dengan menjual masker. Sebaliknya, yang harus mereka lakukan adalah memastikan penjualan masker tetap stabil. "Minimal PD Pasar Jaya selaku pasar di DKI itu melakukan operasi pasar dong. Artinya justru menjual masker dengan harga yang wajar, harga yang standar jangan cari untung," tambah Tulus.

Sementara di Surabaya, Wali Kota Tri Rismaharini justru berencana untuk membagikan masker kepada warganya secara cuma-cuma. Ia mengaku jika Pemkot Surabaya sudah menimbun masker sejak berita penyebaran virus corona mulai terdengar pada Januari lalu.

Risma mengatakan Pemkot sengaja tidak memberitahu warganya akan menimbun masker lantaran orang nomor satu di Surabaya tersebut tidak ingin jika ada warganya yang panik. Masker tersebut akan dibagikan jika memang sudah waktunya.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait