1 suspect COVID-19 yang sedang dirawat di RSPI Sulianti Saroso dikabarkan meninggal dunia. Namun pihak rumah sakit menegaskan sang pasien bukan meninggal karena Corona.
- Elvariza Opita
- Jumat, 06 Maret 2020 - 21:13 WIB
WowKeren - Hingga hari ini (6/3) Indonesia telah mengonfirmasi 4 orang positif terinfeksi virus Corona. Mereka pun kini menjalani perawatan intensif di ruang isolasi Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso.
Namun rupanya RSPI Sulianti Saroso juga merawat beberapa pasien lain yang masuk kategori suspect COVID-19. Salah satunya adalah seorang pasien wanita berusia 65 tahun yang kekinian dikabarkan sudah berpulang.
Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso, Mohammad Syahril, membenarkan informasi soal meninggalnya sang pasien. Pasien itu sendiri dirujuk dari sebuah rumah sakit swasta pada Rabu (4/3) kemarin.
Namun ketika dirujuk, sang pasien sudah dalam kondisi yang cukup buruk. Bahkan pasien itu sudah menggunakan ventilator untuk menunjang pernapasannya.
"Dikirim dari rumah sakit swasta di sini dan di sana sudah dirawat selama satu minggu dan pakai ventilator," jelas Syahril, dilansir dari CNN Indonesia. "Jadi dikirim ke sini pakai ventilator, jadi umurnya 65 tahun, dan ini ada memang kurang baik keadaannya."
Malang, sang pasien ternyata mengembuskan napas terakhirnya hari ini. Padahal hingga kini Litbangkes Kementerian Kesehatan belum merilis hasil pemeriksaan atas sang pasien, apakah positif terinfeksi Corona atau tidak.
"Yang meninggal ini masih dievauasi dan belum dinyatakan hasilnya positif, karena memang perjalanan penyakitnya berat, hipertensi," ujar Syahril. "Kita tahu, jangankan usia tua, kalau masih muda pun menggunakan ventilator, itu satu indikasi agak berat."
Namun kendati berstatus sebagai pasien dalam pengawasan karena diduga terjangkit COVID-19, pasien itu ternyata akan dimakamkan secara normal. Padahal selama ini jenazah pasien yang gagal melawan COVID-19 harus disemprot disinfektan dan dibungkus plastik sebelum dikebumikan.
Menurut Syahril, prosedur itu tak perlu diberlakukan kepada sang pasien karena secara umum penyebab meninggalnya merupakan infeksi saluran pernapasan berat berupa pneumonia. Oleh karena itu ia memastikan jenazah pasien itu tak akan menularkan virus Corona.
"Secara umum pneumonia," terang Syahril, dikutip dari Suara. "Jadi ada ISPA ringan, sedang, berat. Berat sekali itu pneumonia."
Walau demikian, paramedis tak ingin mengambil risiko dan akan tetap memastikan sang jenazah melalui prosedur disinfektan. "Sudah habis berarti sudah selesai. Nggak menular, sudah di disinfektan semua," tegasnya.
(wk/elva)