Kericuhan antara massa driver ojek online (ojol) dengan penagih utang atau debt collector tersebut terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Kamis (5/3). Grab Indonesia pun buka suara.
- Bertilia Puteri
- Sabtu, 07 Maret 2020 - 07:33 WIB
WowKeren - Suasana mencekam di kawasan Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), sempat terjadi kala ratusan hingga ribuan driver ojek online (ojol) terlibat bentrok dengan penagih utang atau debt collector pada Kamis (5/3). Bentrokan tersebut mengakibatkan sedikitnya 6 orang mengalami luka-luka.
Kericuhan ini diduga merupakan buntut dari kasus penganiayaan driver ojol oleh oknum debt collector pada Selasa (3/3). Public Relations Manager Grab Indonesia, Andre Sebastian, lantas menyayangkan keributan yang terjadi.
"Kami sangat memperhatikan keselamatan para mitra pengemudi, penumpang dan masyarakat," tutur Andre pada Jumat (6/3). "Dan mendesak pihak yang berwenang untuk tidak memberikan toleransi atas tindakan kekerasan dan vandalisme, serta pihak-pihak yang mendukung tindakan yang melanggar peraturan dan mengganggu ketertiban umum."
Menurut Andre, pihak Grab Indonesia mendukung upaya kepolisian yang mencari solusi penyelesaian masalah antara mitranya dengan debt collector tersebut. Andre juga berharap agar kesepakatan di antara kedua belah pihak bisa segera tercapai.
"Saat ini, mediasi kedua pihak tengah dilakukan oleh pihak kepolisian," jelas Andre. "Dan kami harap dapat tercapai kesepakatan damai dan situasi menjadi kondusif kembali."
Lebih lanjut, Andre menegaskan bahwa sikap dan opini para driver yang merupakan mitra mereka di kericuhan tersebut adalah bersifat pribadi. Hal ini, tutur Andre, tidak mencerminkan opini Grab sebagai perusahaan.
Sebelumnya, bentrokan terjadi antara ojol dengan debt collector di Jalan Ring Road Utara dan Jalan Tambakbayan Babarsari, Sleman. Dalam kericuhan ini, terjadi aksi lempar batu yang membuat arus lalu lintas sempat lumpuh.
Polisi pun mengamankan debt collector dan berusaha menarik massa ojol. Selain itu, polisi juga melakukan mediasi dengan ojol dan menjamin keamanan kepada mereka saat bekerja.
"Rekan-rekan aman ngebid, saya jaminannya. Kalau ada diganggu lapor kami," tutur Kapolres Sleman AKBP Rizki. "Rumah saya di samping Polres."
(wk/Bert)