Ibunda Baim Wong yang bernama Kartini Martaatmadja meninggal dunia setelah menderita penyakit diabetes. Meski berusaha terlihat tegar, Baim tak kuasa menahan tangis di pemakaman ibunya.
- Eva Ayu Rahmawati
- Sabtu, 07 Maret 2020 - 16:57 WIB
WowKeren - Baim Wong kini sedang merasakan duka mendalam setelah sang bunda, Kartini Martaatmadja, meninggal dunia pada Jumat (6/3). Sebelumnya, ibunda Baim diketahui sempat dirawat di rumah sakit dan cukup lama menderita penyakit diabetes.
Jenazah ibunda Baim pun telah dimakamkan di kampung halamannya di Sinar Sari, Rawamekar, Purwakarta, Jawa Barat pada Sabtu (7/3). Baim pun mengazani jenazah ibunya saat dimasukkan ke dalam liang lahat. Meski berusaha tegar, Baim akhirnya tak kuasa menahan tangis usai acara pemakaman sang bunda.
"Saya baru nangis tadi, sebelum-sebelumnya saya enggak pernah nangis karena kakak-kakak saya juga semua enggak nangis," ucap Baim dilansir cumicumi.com pada Sabtu (7/3). "Dia membuat kita percaya bahwa ada kehidupan yang lebih indah, dia meninggal saya enggak kehilangan dia karena saya yakin dia bahagia. Enggak ada saya ngerasa nangis."
Lebih lanjut, Baim pun menceritakan kenangan indahnya bersama sang bunda tiga bulan lalu. "(Mama menderita penyakit) diabetes. Sudah lama, dia enggak bisa ngapa-ngapain. Tiga bulan lalu masih bisa bercanda sama dia," sambung Baim.
Senada dengan sang suami, Paula Verhoeven pun merasa kehilangan sosok ibunda Baim. Meski belum lama bergabung dengan keluarga Baim, Paula mengaku mendapatkan banyak kenangan indah bersama sang ibu mertua. Sebelumnya, ibunda Baim juga sempat berpesan kepada model berusia 32 tahun tersebut soal mengurus anak.
"Pasti kehilangan, tapi alhamdulillah banget mama punya kesempatan sama cucunya, waktu kita nikah juga," ungkap Paula di samping Baim. "Walau perkenalan singkat, semua indah. Minta doanya."
Tak hanya itu, Baim juga mendapatkan pesan terakhir dari ibunya agar selalu mengutamakan keluarga, meski disibukkan dengan pekerjaan. "Secapek-capeknya sama kerja, peduli dengan keluarga. Kesibukan apapun menyisakan waktu buat keluarga. Dari pagi enggak tidur risiko saya, saya enggak bisa korbankan keluarga saya. Enggak boleh lupa saudara kita, mungkin itu yang terakhir," ungkap Baim.
(wk/evaa)