Massa buruh melakukan aksi unjuk rasa di depan Balai Kota DKI Jakarta pada Rabu (11/3) hari ini. Mereka meminta bantuan Gubernur DKI Anies Baswedan untuk menolak Omnibus Law.
- Bertilia Puteri
- Rabu, 11 Maret 2020 - 16:05 WIB
WowKeren - Gelombang penolakan Rancangan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja masih terus berlanjut. Usai massa "Gejayan Memanggil" menyampaikan protesnya, kini giliran massa buruh dari berbagai serikat turun ke jalanan Ibu Kota.
Para buruh tersebut akan melakukan aksi unjuk rasa di depan Balai Kota DKI Jakarta pada Rabu (11/3) hari ini. Mereka bertujuan untuk meminta bantuan kepada Gubernur DKI Anies Baswedan dalam menolak kebijakan Omnibus Law ciptaan pemerintah.
Dalam kesempatan tersebut, Anies lagi-lagi disebut sebagai "Gubernur Indonesia". "Kami meminta bantuan Gubernur kami, Gubernur Indonesia untuk membantu kami menolak Omnibus Law ke pemerintah pusat," tutur seorang orator dari atas mobil komando.
Massa yakin dengan kedudukannya sebagai DKI-1, Anies bisa membantu menyampaikan aspirasi mereka kepada pemerintah pusat. Selain itu, mereka juga yakin bahwa Anies sendiri memiliki pandangan yang sama dengan mereka dan menolak Omnibus Law.
Pasalnya, aturan sapu jagat ini dianggap akan merugikan kaum buruh. Sang orator lantas mendoakan agar Anies bisa menjadi Presiden pada 2024 mendatang.
"Kami mempunyai keyakinan bahwa pak Gubernur mendukung gerakan tolak Omnibus Law. Kita doakan Bapak Gubernur Indonesia 2024 jadi Presiden mendatang," lanjut orator tersebut. "Beliau Gubernur reformis tidak seperti Presiden kita. Kita tolak Omnibus Law."
Menurut para buruh tersebut, apabila Anies bergerak menolak Omnibus Law maka pemerintah daerah lainnya akan mengikuti dan tergerak untuk menolak juga. "Kalau hari ini Pak Anies menolak nanti Gubernur di Indonesia lainnya menolak dan Bupati, Wali Kota se-Indonesia menolak," ujar orator tersebut.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Energi Andri Yansyah mengaku pihaknya akan menerima sejumlah perwakilan buruh demi mendengar aspirasi mereka. "Ini kita terima dulu, katanya mau minta dukungan saja ke DKI. Nanti kita dengarkan dulu," pungkas Andri dilansir CNN Indonesia.
(wk/Bert)