Satu Keluarga di Banyuwangi Tewas Usai Makan Ikan Buntal Hasil Pancingan
Nasional

Salah seorang kerabat korban, Ahmad Saifulloh menuturkan jika usai memakan ikan buntal yang dimasak dengan santan ketiganya langsung merasa pusing dan mual.

WowKeren - Menikmati hidangan ikan hasil pancingan sendiri memang bagi sebagian orang akan memberikan cita rasa yang berbeda dibanding membelinya langsung di pasar. Tak sedikit dari mereka yang menilai bahwa ikan hasil pancingan jauh lebih lezat karena masih segar.

Namun, nasib nahas justru menimpa satu keluarga di Desa Alasbuluh, Kecamatan Wongsorejo Banyuwangi. Tiga orang yang merupakan satu keluarga tewas usai mengonsumsi ikan buntal yang merupakan hasil pancingan dari korban laki-laki.

Dilansir Detik, Korban yang bernama Muhlis memancing ikan di sekitar Kecamatan Wongsorejo. Lalu sang istri segera memasak beberapa ikan tersebut saat itu juga.

Salah seorang kerabat korban, Ahmad Saifulloh menuturkan bahwa ikan tersebut dimasak dengan santan lalu digoreng. Usai Muhlis, istrinya dan sang ibu makan ikan tersebut, ketiganya merasa pusing dan mual.


"Dimasak santen dan digoreng. Kemudian dimakan oleh ketiganya bersama dengan sang ibu Siti Habsah," kata Ahmad dilansir Detik, Rabu (11/3). "Saat itu mereka makan dagingnya. Itu saja langsung pusing dan mual."

Saifulloh menduga kuat jika ketiganya meninggal dunia akibat keracunan ikan buntal. Ia kembali menuturkan jika di hari pertama mereka mengonsumsi ikan tersebut mereka merasa mual. Lalu di hari berikutnya mereka berobat ke puskesmas.

"Selama dua hari mereka makan itu," tutur Saifulloh lagi. "Hari pertama mules. Hari kedua langsung dibawa ke puskesmas akhirnya meninggal dunia."

Pihak keluarga menolak jika dilakukan autopsi terhadap ketiganya. Pihak keluarga ingin agar aparat kepolisian langsung memakamkannya.

Ikan buntal atau yang disebut ikan fugu dalam bahasa Jepang memang dapat sangat beracun karena mengandung tetradotoxin. Oleh sebab itu, pengelolaan saat memasak harus sangat hati-hati agar saat menghilangkan bagian yang beracun tidak mengontaminasi daging. Di Jepang dan beberapa negara, hanya koki yang bersertifikat dam telah mengikuti pelatihan khusus yang bisa menangani ikan ini untuk disajikan sebagai hidangan.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait