Was-was Karena Corona, 50 Warga Surabaya Periksakan Diri ke Crisis Center RS Unair
Nasional

Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) Surabaya bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur membuat posko crisis center untuk virus corona. Banyak warga Surabaya yang memeriksakan dirinya ke sana karena khawatir terinfeksi.

WowKeren - Pasien positif virus corona (COVID-19) di Indonesia meningkat usai sepekan. Hingga Rabu (11/3), tercatat ada 34 kasus pasien positif dan 1 pasien yang meninggal.

Di Surabaya sendiri ada dua orang yang masuk dalam kategori pemantauan karena pulang dari luar negeri. Untuk mencegah penyebaran virus mematikan tersebut di Surabaya, Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) Surabaya bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur membuat posko crisis center.

Posko tersebut berlokasi di depan instalasi gawat darurat (IGD) RSUA. Posko ini digunakan untuk melakukan pemeriksaan gratis kepada masyarakat yang mengalami batuk, flu, demam, hingga sesak napas.

Alfian Nur Rosyid, dr. Sp. P. FAPSR sebagai anggota tim satgas corona RSUA mengungkapkan sejak awal posko dibuka pada Senin (9/3) lalu, sudah ada 21 orang yang datang untuk memeriksakan diri. "Jadi masyarakat sudah mulai ada sadar untuk memeriksakan diri," ujarnya, Rabu (11/3). "Bahkan dua hari yang lalu sudah ada sekitar 40-50 orang yang datang."


Alfian melanjutkan, apabila masyarakat ingin melakukan pemeriksaan, mereka bisa langsung datang ke posko, dan mengungkapkan mengenai keluhannya. Kemudian, pihaknya akan melakukan screening untuk mengelompokkan pasien yang masuk dalam kategori orang dalam pemantauan (ODP) atau pasien dalam pengawasan (PDP).

Proses screening ini dilakukan untuk orang-orang yang merasa sakit atau panik karena telah bersinggungan dengan WNA atau memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri. "Kalau tidak ada gejala, pasien cukup diobservasi. Enggak perlu diperiksa laboratorium COVID-19," tutupnya. "Nanti kami juga akan berikan edukasi, agar masyarakat tidak khawatir lagi."

Sebelumnya, untuk mengantisipasi penyebaran corona di Surabaya, Pemerintah Kota memutuskan untuk membatalkan sejumlah agenda bertaraf internasional yang akan digelar di Kota Pahlawan. Tak hanya itu, kunjungan Wali Kota Suarabaya Tri Rismaharini ke luar negeri pun turut dibatalkan.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Kota Surabaya Ikhsan mengatakan bahwa langkah ini perlu diambil agar Pemkot tidak kecolongan. Sebab jika ada satu saja warganya yang terkena virus maka hal ini akan menimbulkan kepanikan di tengah warga lainnya. Ikhsan pun berharap agar tidak ada warga Surabaya yang terjangkit virus ini.

"Semua pembatalan itu dilakukan sebagai wujud antisipasi," jelas Ikhsan. "Sebab, apabila satu aja jebol akan membuat kekhawatiran kepada semua masyarakat di sekitarnya. Semoga Surabaya selamat dari virus ini."

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait