Teddy membongkar ada satu sosok saksi kunci yang diyakininya mengetahui seluruh kebenaran tentang harta peninggalan mendiang sang istri, Lina Jubaedah. Siapa?
- Ruth Meliana
- Jumat, 13 Maret 2020 - 03:00 WIB
WowKeren - Sejak Lina Jubaedah meninggal dunia pada 4 Januari lalu, berbagai permasalahan terus mencuat antara Sule sebagai mantan suami, Rizky Febian selaku anak, dan Teddy selaku suami Lina. Dari pelaporan Rizky ke polisi soal kematian sang ibu yang dinilai tidak wajar hingga yang terbaru terkait prahara harta peninggalan Lina yang seolah menjadi misteri.
Teddy baru-baru ini telah menyewa hingga 10 pengacara untuk mengurus seluruh harta peninggalan mendiang sang istri. Selama ini, Teddy memang tidak pernah didampingi kuasa hukum, seperti saat dirinya menjalani berbagai pemeriksaan oleh polisi terkait kematian Lina yang dicurigai tidak wajar. Namun, kali ini ia menyewa pengacara guna meluruskan semuanya.
Kini, Teddy membocorkan satu sosok yang dinilainya menjadi saksi kunci terkait harta peninggalan mendiang istrinya. Sosok tersebut ternyata adalah Putri Delina yang merupakan anak perempuan Lina dengan Sule.
Melalui kuasa hukumnya, Teddy mengaku jika dirinya sama sekali tidak khawatir dengan berbagai tuduhan maupun seolah-olah terus disudutkan oleh keluarga Sule terkait harta benda peninggalan Lina. Menurutnya, sosok Putri Delina selaku ahli waris kemungkinan mengetahui secara menyeluruh terkait harta Lina.
"Saya pikir tidak perlu khawatir ini akan hilang ya karena memang tidak mungkin," kata kuasa hukum Teddy, Mohamad Ali Nurdin saat ditemui di kawasan Bandung, Jawa Barat, baru-baru ini. "Misalnya saudara Teddy menjual tanpa tanda tangan dari ahli waris atau misalnya tanda tangan surat kuasa jual atau itu kayaknya enggak mungkin ya."
"Karena saya tadi sudah tanya bahwa semua bukti-bukti dan hak kepemilikan itu sudah aman, dan kuncinya bukan di beliau (Teddy) juga, kuncinya sudah di Putri," sambungnya. "Jadi jangan sampai ada ketakutan bahwa Teddy akan menggelapkan lah atau Teddy akan menjual lah."
Sementara itu, Teddy juga merasa tidak terima selama ini terus disudutkan seolah-olah dirinya yang menumpang hidup kepada Lina. Ia mengaku jika dirinya selama ini telah bekerja di luar negeri sehingga tentunya memiliki harta sendiri yang sama banyaknya dengan milik Lina. Oleh sebab itu, tidak masuk akal jika ia kerap dituduh tidak memiliki harta dan mengambil milik mendiang sang istri.
"Saya sendiri kan, kalau sudah suami istri kan dicampurkan sudah sewajarnya," tandas Teddy. "Tapi kemarin dari pihak keluarga almarhumah merasa kalau saya itu dibilangnya ya numpang hidup saja, padahal saya kan kerja di Amerika tujuh tahun, di Jepang tiga tahun, jadi memang bawa lah bawa harta juga gitu."
(wk/lian)