Heboh 'Air Susu' di Sumur Bor Sulawesi Selatan, Begini Penjelasan Pakar Geologi
Nasional

Seorang pakar geologi Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Dr Eng Adi Maulana mengatakan jika air seputih susu itu terjadi karena faktor bebatuan di dalam tanah berbentuk lempung.

WowKeren - Warga Dusun Songkolo Kelurahan Bontomanai, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa dihebohkan dengan kemunculan air berwarna putih susu yang mengalir secara misterius.

Air sumur bor tersebut ditampung di dalam bak mandi dan dijadikan sebagai tempat mandi oleh anak-anak. Terkait hal ini seorang pakar geologi Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Dr Eng Adi Maulana memberikan penjelasan.

Ia mengatakan jika air seputih susu itu terjadi karena faktor tanah atau bebatuan di dalam tanah berbentuk lempung. Material lempung yang lapuk di bawah tanah ini kemudian masuk ke dalam sumber air dalam tanah dan menyatu.

"Jadi setelah melihat karakteristik lapangan, material-material lempung yang lapuk di bawah tanah itu masuk ke dalam akuifer atau sumber air dalam tanah," kata Adi dilansir Detik, Kamis (12/3). "Kemudian bersama-sama air tersebut keluar ke atas permukaan kemudian menampilkan warna seperti itu (putih seperti susu)."


Adapun peristiwa bergabungnya air dengan lempung terjadi lantaran air yang mengalir di dalam tanah melewati tanah maupun bebatuan yang mengalami pelapukan. Sehingga membuatnya lebih mudah menyatu dengan air.

"Terjadi semacam suspensi. Jadi air di dalam tanah itu melewati material bebatuan yang mengalami proses pelapukan," tambah Adi menjelaskan. "Akhirnya dia jadi gampang bergabung dengan air."

Warna putih abu-abu berasal dari lempung. "Jadi lempung tanahnya itu berwarna putih abu-abu, jadi karena dilewati air, dia akan bercampur," imbuhnya.

Adi mengimbau masyarakat untuk tidak mengkonsumsi air tersebut. Sebab, pihaknya masih melakukan pengujian lab untuk mengetahui kandungan bahan kimia di air itu.

"Ya karena kita masih teliti di lab, kemarin kita terima sampel airnya," lanjut Adi. "Makanya untuk saat ini kita imbau masyarakat jangan dulu dikonsumsi, biarkan kami memastikan lebih jauh."

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait