Anggota DPR RI Fraksi Gerindra Fadli Zon diketahui menantang sejarawan Bonnie Triyana soal keaslian Keris Kiai Nogo Siluman milik Pangeran Diponegoro yang telah dikembalikan oleh Raja Belanda.
- Bertilia Puteri
- Jumat, 13 Maret 2020 - 10:29 WIB
WowKeren - Keris yang diklaim milik Pangeran Diponegoro telah dikembalikan oleh Raja Belanda Willem Alexander dan Ratu Maxima pada Selasa (10/3). Raja dan Ratu Belanda mengembalikan keris tersebut secara simbolik kepada Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.
Anggota DPR RI Fraksi Gerindra Fadli Zon lantas meragukan keaslian kerus tersebut. Fadli bahkan menantang sejarawan Bonnie Triyana soal keaslian Keris Kiai Nogo Siluman tersebut.
Diketahui, Bonnie merupakan salah satu anggota tim yang dibawa oleh Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Hilmar Farid, ke Belanda beberapa waktu lalu. Tim tersebut memastikan kecocokan keris itu sebelum dikembalikan ke Indonesia. Namun, Fadli yakin bahwa keris yang dikembalikan ke Indonesia tersebut bukan Nogo Siluman.
"Gini aja, buat debat publik yuk di televisi, di Museum Nasional atau difasilitasi Dirjen Kebudayaan," cuit Fadli pada Kamis (12/3). "Undang ahli2 perkerisan, sejarawan, peneliti Peter Carey, P Margana, dll."
Bonnie yang juga merupakan pimpinan redaksi majalah Historia lantas menyambut tantangan debat Fadli. Bonnie juga sempat menjelaskan bahwa ia dikirim ke Belanda bukan sebagai tim riset, pasalnya riset telah dilakukan para peneliti Museum Volkenkunde di Leiden, Belanda.
"Hayuk ih... satu lagi: soal koleksi Agus Salim, Roem dan Rosihan yg pernah saya sampaikan kepada Bangbroh belum diresponse. Giliran keris bae sampe 'jambak-jambakan' begini," jawab Bonnie. "Mungkin @MuseumNasional mau menerima usulan Mpu @fadlizon utk menyelenggarakan diskusi soal keris Pangeran Diponegoro. Kabarnya dlm waktu dekat koleksi Pangeran Diponegoro kan akan dipamerkan di MNI. Sekalian aja acaranya di situ."
Lebih lanjut, Bonnie menyebut bahwa ada sisi positif dari perdebatan mengenai kesahihan keris tersebut. "Sisi baiknya, orang jadi punya perhatian lagi sama sejarah dan kebudayaan, ngomongin keris itu apa, enggak masalah toh. Ini lah sejarah publik, sejarah yang dibicarakan publik, diperdebatkan. Itu bagus," jelas Bonnie dilansir CNN Indonesia pada Jumat (13/3).
Terlepas dari hal itu, Bonnie menegaskan bahwa perdebatan soal keris tersebut hanya terkait soal tipe dan namanya saja. Bukan soal fakta sejarah apakah keris tersebut milik Pangeran Diponegoro atau bukan.
"Jadi perdebatan karena apa yang datang itu ciri-cirinya bukan seperti Nogo Siluman," pungkas Bonnie. "(Karena ada yang bilang) Nogo Siluman bentuknya enggak begitu."
(wk/Bert)