RSPI Sulianti Saroso membenarkan pasien kasus 01 dan 03 saat ini sudah sembuh dan sedianya akan dipulangkan pada Jumat (13/3) sore. Dengan demikian ada 5 pasien Corona yang kini telah dinyatakan sembuh.
- Elvariza Opita
- Jumat, 13 Maret 2020 - 12:27 WIB
WowKeren - Kabar baik kembali diterima oleh Indonesia terkait penanganan virus Corona. Bila kemarin (12/3) pemerintah telah mengonfirmasi kesembuhan 3 pasien positif COVID-19, kini ada dua orang lain yang diberitakan negatif virus Corona.
Kabar membahagiakan ini disampaikan langsung oleh Direktur Utama Rumah Sakit Pusat Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, M Syahril. Menurutnya ada dua pasien, yakni kasus 01 dan 03 yang kini sudah dinyatakan negatif terinfeksi virus Corona.
"Nah, ini ada berita gembira... jadi pasien nomor 1 itu sudah negatif kedua kali. Alhamdulillah fisiknya juga baik," ujar Syahril dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta Utara, Jumat (13/3). "Kemudian pasien nomor 3 yang negatif juga 2 kali."
Tak hanya negatif terinfeksi virus Corona, kedua pasien pun kini dikabarkan dalam kondisi baik. Dengan demikian keduanya dianggap layak untuk dipulangkan pada hari ini.
"Klinisnya juga bagus ya dan bisa kita nyatakan sembuh dalam pelayanan ini," terang Syahri, dilansir dari Detik News. "Dan insya Allah sore ini kita pulangkan."
Tentu menjadi pertanyaan tersendiri, mengapa pasien 01 sudah dinyatakan negatif namun kasus 02 justru masih harus dirawat di RSPI Sulianti Saroso. Menanggapinya, Ketua Pokja Pinere, dr Pompini Agustina Sitompul pun membeberkan alasannya seperti berikut.
"Kenapa di kasus 1 sudah sembuh, kemudian kasus 2 sampai saat ini kita belum terima hasil negatif," ujar Pompini. "Kembali lagi bagaimana respons tubuh terhadap infeksi virus tersebut."
Namun demikian Pompini memastikan perawatan yang diberikan sudah maksimal sesuai kebutuhan masing-masing. Tetapi memang untuk kesembuhan seorang pasien juga ditentukan oleh kondisi daya tahan tubuh masing-masing yang berbeda. Hal senada pun disampaikan oleh Syahri.
"Jadi penyakit ini walaupun sama, penyakitnya menyerang orang berbeda, tergantung daya tahan tubuh kebiasaan," pungkas Syahri. "Ada yang cepat konversi negatif, ada yang lama, untuk hal itu ini bisa diteliti kenapa a cepat, kenapa b lama."
(wk/elva)