Corona Buat Kampus AS Buka Kelas Online, Tsamara 'Sentil' Pemerintah RI
Instagram/tsamaradki
Nasional

Wabah virus corona membuat kampus-kampus di Amerika Serikat (AS) membatalkan kelas tatap mukanya dan membuat kelas online. Adanya hal ini membuat politikus PSI Tsamara mempertanyakan langkah pemerintah RI.

WowKeren - Penyebaran virus corona di Indonesia membuat sejumlah warga menjadi cemas. Salah satunya Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tsamara Amany.

Tsamara memepertanyakan sikap pemerintah Indonesia akan tindakan untuk meliburkan sekolah dan kampus dan menggantinya dengan kelas online. Ia bahkan membandingkannya dengan universitas di Amerika Serikat (AS).

Kekhawatiran tersebut disampaikannya melakui akun Twitternya. "Kampus di U.S sudah pindah jadi online classes. Columbia, Harvard, NYU, Princeton, Fordham, dll, juga termasuk," katanya, Kamis (12/3). "Apakah Indonesia sudah mulai memikirkan langkah yang sama untuk mencegah transmisi?"

Dalam postingan tersebut, Tsamara juga melampirkan tautan berita USA Today yang melaporkan bahwa beberapa kampus di AS telah melakukan kelas online. Pada Rabu (11/3) lalu, kelas tatap muka dibatalkan atau ditunda di lebih dari 100 universitas.


Tak hanya itu, asrama mahasiswa di seluruh negeri dikosongkan. Suporter dilarang datang ke acara olahraga bahkan rencana kelulusan pun ditunda.

Sementara itu di Indonesia, sejauh ini belum ada universitas yang melakukan kebijakan seperti di AS. Hanya Telkom University saja yang menunda acara wisudanya.

Sedangkan untuk sekolah-sekolah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengaku masih belum mengimbau agar Dinas Pendidikan meliburkan sekolah-sekolah usai adanya kasus virus corona. "Belum (diliburkan). Sesuai perkembangan situasi saja," ujar Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Menengah Kemendikbud Harris Iskandar seperti dilansir dari CNNIndonesia, Senin (2/3).

Di lain tempat, Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Ade Erlangga menyatakan pihaknya telah menghimbau agar Dinas Pendidikan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan terkait kasus ini. Diharapkan dengan adanya koordinasi ini, maka keamanan dari seluruh satuan didik baik siswa, guru, hingga tenaga kependidikan dapat terhindar dari bahaya virus corona.

"Kepala Dinas Pendidikan agar berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan," terang Ade Airlangga. "Melakukan langkah perlindungan atau pengamanan para peserta didik, satuan pendidikan, guru dan tenaga kependidikan dari berbagai kemungkinan teinfeksi virus Covid-19."

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait