Gubernur Jatim, Khofifah, mengklaim jika istri dan anak pasien positif corona yang meninggal di Solo, Jawa Tengah, saat ini tengah diisolasi di dua rumah sakit berbeda di Jawa Timur.
- Luthfiatun Nisa
- Minggu, 15 Maret 2020 - 09:34 WIB
WowKeren - Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, telah mengkonfirmasi bahwa pasien positif virus corona (Covid-19) yang meninggal dunia di RSUD dr Moewardi Solo adalah warga asal Magetan, Jawa Timur.
Dalam keterangan sebelumnya, Khofifah menyebut bahwa pihak Pemprov Jatim tengah berkoordinasi dengan Pemprov Jawa Tengah serta Kementerian Kesehatan. Riwayat perjalanan pasien yang meninggal pun tengah ditelusuri. "Lagi (ditelusuri), termasuk riwayat perjalanan dan dengan siapa saja pasien tersebut berinteraksi," tuturnya.
Kini, laporan terbaru menyebut bahwa Khofifah mengklaim jika istri dan anak pasien positif corona yang meninggal di Solo, Jawa Tengah, saat ini tengah diisolasi di dua rumah sakit berbeda di Jawa Timur.
"Bahwa kemarin ada yang meninggal di Solo, ternyata warga Magetan, sudah dilakukan tracking, tim sudah turun," kata Khofifah saat meninjau Tropical Disease Center Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Sabtu (14/3), dikutip dari CNNIndonesia.
Lebih lanjut, Khofifah menyebut bahwa istri dan anak pasien meninggal tersebut saat ini telah diisolasi di dua rumah sakit yang berbeda. "Yang terkonfirmasi diisolasi di RS Soedono (Madiun), itu istrinya. Kemudian yang terkonfirmasi putranya sekarang di RS Saiful Anwar (Malang)," lanjutnya.
Kepala Dinas Kesehatan Jatim Herlin Ferliana menyatakan tim medis pun melakukan penelusuran dan memeriksa swab (cairan di tenggorokan) dari tujuh orang. Istri dan anak pasien kemudian dilarikan ke rumah sakit karena mengalami sejumlah keluhan. Keduanya saat ini berstatus Orang dalam Pengawasan (PDP).
"Istrinya ini ada keluhan panas, batuk, sesak napas, karena dia kontak dengan orang yang resiko tinggi, maka sekarang di rawat di ruang isolasi, jadi masuk pasien dalam pengawasan di RS Soedono. Dan anaknya satu, di RS Syaiful Anwar, ada keluhan panas dan batuk," paparnya.
Sementara lima orang lainnya diketahui tak megalami keluhan apapun dan tak harus menjalani perawatan di rumah sakit. Status kelimanya kini sebagai orang dalam pemantauan (ODP). Namun kelimanya diimbau untuk melakukan self-isolation di rumah masing-masing.
"Lima ODP. Kita harapkan isolasi rumah, sampai masa inkubasi selesai," lanjutnya.
Sementara itu, hingga kini diketahui ada delapan daerah Indonesia yang telah memiliki kasus pasien positif corona, antara lain Jakarta, Bandung, Tangerang, Solo, Yogyakarta, Bali, Manado, dan Pontianak. Ada 96 kasus COVID-19 terkonfirmasi, dimana delapan kasus dinyatakan sembuh dan lima orang meninggal dunia.
(wk/luth)