Candi Borobudur Disemprot Disinfektan Cegah Virus Corona
Nasional

Kepala Seksi Konservasi BKB Yudi Suhartono mengatakan bahwa penyemprotan di dinding candi Borobudur akan terus dilakukan sampai dengan waktu yang belum bisa ditentukan.

WowKeren - Balai Konservasi Borobudur (BKB) menyemprot seluruh permukaan dinding Candi Borobudur pada Senin (16/3). Hal itu sebagai upaya antisipasi terhadap penyebaran virus corona atau Covid-19.

Adapun bagian-bagian yang disemprot meliputi stupa, dinding serta bagian lainnya. Cairan yang dipilih pun dipastikan aman baik untuk manusia maupun bebatuan candi sendiri. Sementara itu, kandungan cairan yang disemprotkan yakni alkohol, H2O2, Gliserol dan Aquades.

Hal itu sebagaimana dijelaskan oleh Kepala Seksi Konservasi BKB Yudi Suhartono. Ia menyebut bahwa disinfektan tersebut khusus didatangkan dari Yogyakarta. "Disinfektan ini kami pesan khusus dari Yogyakarta dan aman untuk manusia serta candi," terang Yudi, Senin (16/3).

Bagian candi yang pada umumnya sering dipegang oleh pengunjung adalah handrail dan stupa. Keduanya tak luput dari penyemprotan. Penyemprotan dilakukan secara menyeluruh pada zona I Borobudur.


Yudi menjelaskan jika untuk sekali penyemprotan, pihaknya membutuhkan sebanyak 35 liter cairan disinfektan. Tak sendiri, pihaknya rupanya juga dibantu oleh PT Taman Wisata Candi yang merupakan pengelola zona II.

Demi keamanan dan keselamatan petugas yang melakukan penyemprotan, mereka dilengkapi dengan pakaian khusus yang mampu melindungi tubuh. Mereka juga memakai masker, sarung tangan, dan kacamata. Yudi mengatakan jika upaya penyemprotan ini akan terus dilakukan. Namun ia belum bisa memastikan sampai kapan.

"Langkah penyemprotan ini akan dilakukan secara berkala hingga batas waktu yang belum bisa ditentukan. Tergantung dengan keadaan. Sebelum dibuka kemungkinan akan kita semprot lagi," tegas Yudi.

Lebih jauh guna mencegah penularan virus corona, pihak pengelola juga telah menutup kunjungan wisatawan untuk paket sunrise, sunset, dan paket Manohara Borobudur. Destinasi ini pun ditutup untuk kunjungan wisata hingga 29 Maret mendatang.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait