Letjen TNI Doni Monardo, yang juga menjabat sebagai Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 meminta seluruh lapisan masyarakat untuk lebih bersatu-padu dalam melawan wabah.
- Elvariza Opita
- Rabu, 18 Maret 2020 - 17:18 WIB
WowKeren - Wabah virus Corona tampaknya seolah makin tak bisa dibendung, termasuk di Indonesia. Hal ini tampak dari jumlah pasien positif COVID-19 yang hingga Rabu (18/3) siang sudah mencapai 227 orang, atau bertambah 65 orang dalam sehari.
Tentu saja krisis ini harus dihentikan sebelum situasi semakin memburuk. Sayangnya harapan ini justru sulit tercapai lantaran banyaknya perdebatan soal teori menyelesaikan wabah Corona yang terjadi di berbagai lapisan masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Letjen TNI Doni Monardo meminta agar perdebatan seperti itu dihentikan. Sebab saat ini, menurutnya, solusi untuk mengentaskan wabah COVID-19 adalah dengan bersatu bukan berdebat satu sama lain.
Doni pun menyoroti pentingnya pengedukasian kepada masyarakat terkait wabah COVD-19. Sebab, seperti diketahui, warga justru melakukan aktivitas yang tidak diharapkan di tengah wabah. Seperti misalnya sekumpulan warga yang justru berlibur atau pulang kampung ketika seharusnya mereka mengarantina diri demi mencegah tertular virus.
"Hentikan semua perdebatan," ujar Doni dalam konferensi persnya di Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Rabu (18/3). "Sekarang waktunya kita meyakinkan warga kita agar memahami apa yang sedang kita hadapi hari ini, dan bagaimana kira-kira langkah antisipasi ke depan."
"Bersatu padu, bergandengan tangan, saling menjaga satu sama lain, adalah solusi yang paling baik saat ini," tegas Kepala BNPB itu, seperti dilansir dari CNN Indonesia.
Ia pun berharap pemberian edukasi kepada masyarakat tak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat maupun daerah di tingkat provinsi. Harapannya semua perangkat di tingkat Kelurahan, RW, hingga RT bisa dimaksimalkan untuk memberi arahan kepada masyarakat soal wabah COVID-19.
Tak hanya itu, Doni pun berharap para Lurah ini bisa ikut berkontribusi aktif dalam menjalankan kebijakan penanggulangan wabah dari pemerintah pusat. Harapannya kebijakan yang diterapkan sampai bawah berada di "rel" yang sama.
"Kita juga ingin para lurah ini menunjukkan kualitas kepemimpinannya untuk bisa menjalankan semua kebijakan yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah pusat dan juga sejalan dengan pemerintah daerah," pungkas Doni. "Sehingga kita semua berada pada rel yang sama. Jangan ada yang berada di luar rel."
(wk/elva)