Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh Daulay buka suara soal rumah sakit swasta yang menolak pasien corona. Menurutnya, Presiden Jokowi perlu memberi sanksi tegas kepada RS tersebut.
- Nidya Putri
- Jumat, 20 Maret 2020 - 09:46 WIB
WowKeren - Sejumlah rumah sakit terutama dari pihak swasta dikabarkan menolak pasien-pasien corona (Covid-19) lantaran takut bakal mempengaruhi bisnis mereka. Hal ini tentu saja mendapatkan perhatian dari sejumlah pihak.
Salah satunya dari Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh Daulay. Saleh meminta agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memberikan sanksi tegas bagi rumah sakit swasta tersebut.
"Rumah-rumah sakit seperti itu perlu diberi peringatan keras," ujar Saleh, Kamis (19/3). "Jika ada bukti menelantarkan dan menolak pasien positif corona, harus diberi sanksi."
Lebih lanjut, Saleh menegaskan bahwa rumah sakit harus memberi pelayanan kesehatan masyarakat kepada semua pasien. Tidak boleh ada pilih-pilih penyakit yang ditangani hanya demi kepentingan bisnis.
Terkecuali bila hal tersebut dilakukan oleh rumah sakit yang tidak memiliki kemampuan menangani corona. Namun dia menekankan transparansi dari rumah sakit tersebut.
"Beda hal jika rumah sakit tersebut tidak memiliki kualifikasi dan peralatan untuk menangani corona," jelasnya. "Pihak rumah sakit bisa memberi penjelasan. Dengan begitu, tidak ada kesimpangsiuran informasi di masyarakat."
Dalam kesempatan yang sama, Saleh juga mengapresiasi beberapa rumah sakit swasta yang telah ikut menangani corona. Menurutnya, kerja kemanusiaan ini perlu dilakukan pemerintah bersama dengan pihak swasta.
"Pemerintah harus memberikan instruksi kepada semua rumah sakit untuk menangani virus corona. Ini masalah nasional, perlu keterlibatan semua pihak termasuk rumah-rumah sakit swasta," tuturnya.
Sebelumnya, Juru Bicara Menko Kemaritiman dan Investasi Jodi Mahardi turut buka suara soal rumah sakit swasta yang menolak untuk merawat pasien corona. Ia mengatakan jika pihak rumah sakit tersebut telah setuju mematuhi permintaan pemerintah. "Tadi ada pembicaraan Pak Menko Luhut dengan Pak Menkes, rumah sakit swasta sudah diberdayakan juga," katanya pada Rabu (18/3) lalu.
(wk/nidy)