Masjid Agung di Kota-Kota Ini Tiadakan Salat Jumat Usai MUI Rilis Fatwa
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Sejumlah masjid Agung di kota-kota besar meniadakan kegiatan salat Jumat setelah Majelis Ulama Indonesia (MUI) menerbitkan fatwa berupa larangan bagi umat Islam menyelenggarakan salat berjamaah.

WowKeren - Pekan lalu Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menerbitkan fatwa berupa larangan bagi umat Islam menyelenggarakan salat berjamaah, terutama di wilayah tertentu yang darurat pandemi virus Corona. Larangan ini dituangkan dalam Fatwa MUI Nomor 14 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ibadah dalam Situasi Terjadi Wabah COVID-19.

Dalam fatwa itu, MUI melarang penyelenggaraan ibadah yang membuat konsentrasi massa seperti salat lima waktu berjamaah, salat Tarawih, salat Id, atau salat Jumat. Untuk mengganti ibadah salat jumat, MUI menganjurkan salat dzuhur di rumah masing-masing.


Selain itu, kegiatan majelis taklim pun dilarang diselenggarakan. Setelah Fatwa tersebut dirilis, kini sejumlah masjid yang ada di beberapa kota meniadakan kegiatan salat Jumat.

Seperti yang satu ini, Wali Kota Palembang Harnojoyo meminta masjid yang ada di kota tersebut meniadakan sementara Salat Jumat untuk mencegah penyebaran virus corona. "Untuk sementara waktu kami menghimbau untuk tidak menyelenggarakan shalat jumat di masjid,” kata Harnojoyo, Jumat (27/3).

Tak hanya kota Palembang, Masjid di wilayah Sawojajar, Kota Malang juga meniadakan salat Jumat mulai hari ini. Langkah ini untuk mencegah penyebaran virus corona mengingat sudah ada warga Sawojajar, Kota Malang, dinyatakan positif terinfeksi COVID-19.

"Kami sudah memberikan imbauan untuk salat Jumat ditiadakan dan diganti dengan salat Zuhur di rumah masing-masing," ungkap Alie di kantor BPBD Kota Malang Jalan Ranu Raya, Sawojajar, Kota Malang, Kamis (26/3). "Bukan saja untuk wilayah Sawojajar melainkan di seluruh Kota Malang."

Lebih lanjut, kota Solo juga memberlakukan hal serupa. Masjid Agung di Surakarta meniadakan kegiatan salat Jumat. Bahkan tidak adanya salat Jumat di masjid ini bisa berlangsung sampai minggu depan bila wabah virus corona masih mengancam.

"Betul, hari ini Masjid Agung Surakarta meniadakan salat Jumat. Diganti salat Zuhur di rumah masing-masing," kata Sekretaris Takmir Masjid Agung Surakarta, Abdul Basit, Jumat (27/3). "Pekan depan masih melihat kondisi. Kalau tidak memungkinkan ya masih ditiadakan."

(wk/lail)

You can share this post!

Related Posts