Sesak Napas Tak Selalu Gejala Corona, Begini Cara Membedakannya
Health
COVID-19 di Indonesia

Salah satu gejala pasien positif COVID-19 adalah sesak napas, disamping demam tinggi dan batuk kering. Namun acapkali gejala ini 'bercampur' dengan kondisi lain.

WowKeren - Pandemi COVID-19 terus menjadi sorotan banyak pihak. Pasalnya sampai tiga bulan berlalu sejak pertama kali wabah muncul, obat maupun vaksin penangkalnya belum juga ditemukan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun hanya mengimbau masyarakat untuk lebih waspada, terutama bila berdekatan atau dengan sendirinya mengalami gejala-gejala tertentu. Salah satu gejala yang lazim dialami pasien positif COVID-19 adalah sesak napas.

Namun perlu diwaspadai adanya gejala psikosomatik atau rasa seperti merasakan gejala tertentu usai menghadapi berita yang memancing rasa cemas. Salah satu gejala psikosomatik yang lazim muncul adalah sesak napas, bahkan sampai tahap kesulitan bernapas.

Hal inilah yang kemudian disoroti oleh seorang psikolog klinis, Dr. Kevin Gilliland. Menurutnya saat ini krisis kesehatan yang terjadi di dunia akibat wabah Corona wajar bila memunculkan rasa cemas. Kecemasan inilah yang kemudian memunculkan gejala psikosomatik serupa gejala COVID-19.

"Kecemasan dan rasa tertekan, semua bisa mempengaruhi pernapasan kita," ujar Gilliland. "Yakni dengan memicu kondisi yang menyerupai asma (sesak napas) atau bahkan pneumonia."

Namun tenang saja, ada cara untuk membedakan sesak napas akibat COVID-19 dan karena rasa cemas. Simak penjelasan Gilliland berikut ini.


Pertama, coba tenang dan telusuri hal apa yang memicu sesak napas tersebut. "Kapan sesak napasnya mulai terjadi? Apakah sesak napas itu muncul usai membaca atau menonton berita tentang wabah Corona? Atau ada beberapa hal yang membuat tertekan, yang memicu kecemasan atau rasa sedih?" ujar Gilliland.

Bila sudah mempertanyakan hal-hal itu, coba ingat kembali, apakah pernah bersinggungan dengan pasien positif COVID-19 dalam waktu dekat sebelumnya? Atau pernahkah berkunjung ke daerah yang berisiko tinggi COVID-19?

"Lalu apakah Anda juga mengalami gejala-gejala lain seperti demam tinggi atau batuk kering?" tanya Gilliland. "Kalau ada gejala-gejala semacam itu, segera ikuti protokol kesehatan yang ada."

Lantas bagaimana bila sesak napas yang dialami karena gejala kecemasan? Gilliland merekomendasikan beberapa langkah untuk mengatasinya, seperti bernapas dengan pelan, kalau perlu sambil berjalan-jalan santai.

"Atau ambil segenggam es batu dan amati sampai es-es itu mencair. Terdengar gila memang, tapi sangat membantu," imbuh Gilliland. "Atau gunakan selimut untuk mengalahkan rasa panik yang ada."

Sedangkan yang terakhir, bisa dengan melakukan aktivitas sanitasi. Selain untuk membantu menenangkan diri, juga untuk mencegah virus Corona menyerang.

"Cuci tangan dengan air hangat dan gunakan waktu yang lebih lama," ujarnya. "Fokuslah pada tanganmu, sabunnya, resapi tiap proses cuci tangan. Coba amati gelembung yang ada, atau aroma sabunnya, semua itu bisa menenangkan pikiran dan badan Anda akan lebih relaks."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts