Tak Disangka, Bahan Sederhana Ini Ternyata Kunci Kesembuhan Penyintas Corona di Jakarta
Getty Images
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Penyintas COVID-19 di Jakarta bernama Simon Nainggolan membagikan pengalamannya melawan penyakitnya. Ia menyebut ada 1 bahan yang diyakininya menjadi kunci kesembuhannya.

WowKeren - Indonesia mencatat ada 204 pasien COVID-19 yang sudah dinyatakan sembuh hingga Selasa (7/4) kemarin. Mereka pun tak segan membagikan kisah dalam melawan penyakit pernapasan itu.

Salah satunya penyintas dari DKI Jakarta bernama Simon Nainggolan ini. Menariknya, dalam ceritanya, Simon mengaku "bergantung" pada bahan yang nyatanya begitu sederhana dan mudah ditemui di kehidupan sehari-hari untuk bisa sembuh.


Bahan tak disangka itu adalah rebusan daun sirih merah yang diklaimnya bisa menyembuhkan infeksi virus Corona. Namun demikian, selama ini belum ada penelitian spesifik untuk penggunaan sirih merah sebagai "lawan" Corona. Hanya saja sirih merah memang dikenal sebagai tanaman dengan kandungan antioksidan tinggi.

Simon mengaku menjalani isolasi mandiri setelah ia dinyatakan positif COVID-19. Sehari-harinya ia pun menerapkan pola hidup sehat, seperti dengan rutin sarapan roti serta minum vitamin. Ia mengaku mengonsumsi vitamin C berdosis tinggi sampai 2000 mg..

Selama masa isolasi mandiri itu, Simon mengaku kerap merasakan tenggorokan kering. Oleh karena itu ia sampai menghabiskan air mineral sebanyak 3 liter tiap hari untuk membasahi tenggorokannya yang selalu terasa kering.

"Sambil tentunya tak lupa selalu berdoa kepada Tuhan agar diberi kesembuhan dan kekuatan," terangnya, menjelaskan alasan utama ia bisa terus mendapat kekuatan menghadapi penyakit yang dideritanya. "Saya percaya kalau Tuhan di sisi kita apa pun tidak bisa melawan. Saya percaya kesembuhan hanya menunggu waktu."

Simon mengaku mulai merasa demam pada 20 Maret 2020. Ia kemudian memeriksakan diri ke rumah sakit pada 23 Maret, kala itu ia sudah divonis menjadi suspect COVID-19.

Simon sigap mengisolasi diri di rumahnya sendiri. Makanan hanya diantarkan sampai depan pintu, pun alat-alat makannya yang ia cuci sendiri. Ia juga rutin mengonsumsi obat, terutama parasetamol untuk mengatasi demam yang dirasakannya.

Selang beberapa hari kemudian hasil tes swab-nya datang dan ia dikonfirmasi positif COVID-19. Beruntung gejala yang dirasakannya sangat ringan, seperti demam tanpa sesak napas. Namun ia mengakui badannya terasa seperti patah dan linu selama demam tinggi menyerangnya.

Namun usai menjalani pola hidup sehat serta rutin mengonsumsi obat itu, kondisi Simon berangsur membaik. Hanya saja ia mengakui ada satu kebiasaan yang dilakukannya pasca positif COVID-19, yang diyakininya juga menjadi kunci kesembuhannya.

Hal itu adalah ia yang berhenti menonton televisi dan mendengar berita-berita soal COVID-19. Secara sengaja Simon menjauhi berita tentang COVID-19 dan fokus memulihkan diri.

Pada 1 April kemarin demamnya mendadak hilang. Tubuhnya memulih, namun ia tetap meneruskan pola hidup sehatnya. Tak lupa ia berjemur tiap hari dari jam 9 sampai 10 pagi.

"Hari Senin, 6 April, saya dan istri tes swab lagi di RSPAD. Hari ini, Selasa, 7 April, berita sukacita itu datang. Hasil tes swab saya dan istri dinyatakan sudah negatif," ungkapnya berbahagia.

Oleh karena itu, Simon berpesan kepada setiap orang yang kini sedang berjuang melawan virus Corona, agar tetap yakin kesembuhan itu akan datang. Yang penting jangan sampai stres dan rutin mengonsumsi vitamin.

"Buat yang mulai merasakan gejala-gejala, tidak usah panik dan tidak usah menunggu tes segala macam yang belum tentu cepat prosesnya," pungkasnya. "Langsung self-isolated, minum vitamin dan makan yang banyak makanan sehat. God bless you all!"

Pengakuan Simon ini senada dengan beberapa kejadian lain. Seperti pengakuan dari pasien sembuh di Semarang maupun kesaksian yang baru-baru ini disampaikan motivator Tung Desem Waringin.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts