Gunung Anak Krakatau Erupsi, Ternyata Sudah 'Dikode' Lewat Fenomena Gelembung Laut Ini
Nasional

Gunung Anak Krakatau kembali menunjukkan aktivitas vulkanisnya pada Jumat (10/4) malam. Erupsi yang terjadi membuat geger banyak pihak karena khawatir disusul oleh tsunami.

WowKeren - Peristiwa alam mengejutkan berupa erupsi Gunung Anak Krakatau terjadi pada Jumat (10/4) malam dan berlangsung sampai Sabtu (11/4) pagi. Fenomena ini makin menimbulkan keresahan usai sederetan dentuman keras beruntun terdengar sampai ke Jawa Barat.

Erupsi yang memuntahkan kolom abu setinggi 500 meter itu ternyata sudah sempat "dikode" lewat sebuah fenomena alam. Dilansir dari video yang diunggah oleh Cagar Alam dan Cagar Alam Laut Kepulauan Krakatau, tampak fenomena berupa "laut bergelembung" yang ternyata sempat terjadi pada Rabu (1/4) lalu.

"Post 01/04/2020," cuit @twitpos pada Sabtu (11/4) siang. "Kemunculan fenomena alam gelembung udara di lautan Selat Sunda ditemukan secara tak sengaja petugas pengamanan dari BKSDA Bengkulu Lampung berpatroli menggunakan kapal di sekitar Cagar Alam dan Cagar Alam Laut Kep Krakatau."

Dalam video berdurasi 31 detik itu tampak kondisi laut yang tenang dan tak berombak tinggi. Namun tiba-tiba terlihat riak-riak kecil yang kemudian semakin kencang, menampakkan sejumlah buih gelembung.


Twitter/twitpos

Kejadian ini pun langsung diramaikan oleh beragam komentar dari warganet. Kebanyakan dari mereka mengaku merasa ketakutan lantaran khawatir pertanda yang tampak itu mensinyalkan bencana alam yang lebih besar, seperti tsunami misalnya.

"Apakah ada air laut rembes ke kulit bumi, waduh, ... Kalau kena magma, bisa terjadi letusan," cuit @b****ed. "Pernah belajar di PLH wktu smp kalo ada gelembung gt ciri2 tsunami katanya," imbuh @in*****7.

"Perlunya peralatan dan tenaga ahli yang mumpuni untuk mempelajari gejala secara tepat dan cepat sehingga bisa mengantisipasi setiap kemungkinan dengan baik," ujar @tah********id. "Cukup tsunami banten jadi pelajaran, satupun ga ada yang tahu kalau itu tsunami."

Sebagai informasi, pada 2018 lalu terjadi tsunami Banten, yang juga menyambangi sejumlah daerah di Lampung. Bencana alam yang terjadi pada 22 Desember 2018 lalu itu tercatat menewaskan 437 orang dan menyebabkan 72 lainnya hilang. Ribuan orang pun dinyatakan cedera, baik ringan maupun berat, akibat terseret ombak besar yang menerjang pada pukul 21.27 WIB tersebut.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait