Sempat sangat melemah sampai hampir menyentuh Rp 17 ribu per dolar AS, hari ini (13/4) nilai tukar rupiah mengalami penguatan dan meninggalkan level Rp 16 ribu.
- Elvariza Opita
- Senin, 13 April 2020 - 13:54 WIB
WowKeren - Wabah virus Corona nyatanya berdampak pada beberapa sektor kehidupan, termasuk ekonomi. Nilai tukar Rupiah (IDR) kerap mengalami pelemahan terhadap Dolar Amerika Serikat (USD).
Bila beberapa waktu lalu sempat nyaris menyentuh Rp 17 ribu per USD 1, kini kursnya mencatatkan penguatan. Dilansir dari Bloomberg hingga Senin (13/4) pukul 09.58 WIB, nilai tukar rupiah bergerak menjauhi level 16.000.
Lebih spesifik, rupiah kini berada di posisi Rp 15.805 per USD 1. Atau berarti menguat 75 poin (0,47 persen) dibandingkan penutupan Kamis pada level Rp 15.880 per USD 1.
Kendati demikian, penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar ini tak begitu disambut meriah oleh pakar ekonomi. Kepala Riset dan Edukasi PT Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra, menyebut nilai tukar rupiah masih diintai pelemahan.
Hal ini tentu tak lepas dari sentimen negatif pasar terhadap jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia yang terus mengalami kenaikan pesat. Apalagi akhir pekan kemarin tercatat ada kenaikan jumlah kasus positif virus Corona yang cukup mengejutkan.
"Berita kenaikan tajam orang yang terjangkit COVID-19 di akhir pekan bisa memberikan sentimen negatif pasar keuangan hari ini," terang Ariston, seperti dilansir dari Kompas. "Termasuk ke rupiah."
Tak hanya perkara kenaikan jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia, sentimen negatif terhadap pasar juga datang dari jumlah kasus positif di AS. Seperti diketahui, saat ini AS menjadi "juara dunia", baik dari segi jumlah kasus positif maupun pasien meninggalnya.
"Kenaikan penyebaran wabah ini menunjukkan puncak wabah belum terlewati," bebernya. "Dan bisa membuat semua usaha pemulihan ekonomi dengan stimulus menjadi sia-sia."
Oleh karenanya, Ariston sendiri meminta semua pihak tetap waspada. Ia pun memproyeksikan rupiah hari ini bergerak pada level Rp 15.800 sampai dengan Rp 16.00 per dolar AS. Setidaknya level ini jauh lebih baik ketimbang beberapa hari lalu yang mencapai hampir Rp 17.000 per dolar-nya.
(wk/elva)