Chef Arnold mengungkap kalau ia terpaksa dandan sendiri karena tak ada make-up artist yang meriasnya. Ia lantas diledek oleh Kaesang Pangarep maupun fans yang terhibur melihatnya saat berdandan.
- Ria Susilo Wardhani
- Selasa, 14 April 2020 - 13:09 WIB
WowKeren - Chef Arnold kerap melontarkan candaan kocak di Twitter. Biasanya, ia mengunggah postingan yang mengundang reaksi tak kalah receh.
Baru-baru ini, juri "MasterChef Indonesia" itu mengaku akan mengumumkan hal penting. "Saya hari ini akan ada announcement penting. Tunggu nanti," katanya.
Sudah dinantikan netter, pengumuman itu ternyata diluar dugaan. Chef Arnold ternyata sekedar mengunggah video receh dirinya sedang berdandan untuk sesi pemotretan.
"Pengumumannya hari ini adalah Musti kerja jadi make up artist sendiri," ujar Chef Arnold. "Foto profile buat restaurant Chinese saya."
Postingan Chef Arnold rupanya menuai respon dari Kaesang Pangerap. Tak lama, keduanya berbalas komentar kocak.
"Emang situ artist?" seru Kaesang. "Emg kamu prefilej?" balas Chef Arnold.
Disisi lain, netter dibuat salah fokus ketika melihat Chef Arnold merias diri. Mereka rupanya mengamati cara Chef Arnold menyapukan kuas ke wajah justru mirip dengan saat ia sedang menggunakannya untuk memasak.
"Kaya ngoles mentega ke loyang chep," goda netter. "Ya Allah... Gini doank aku ngakak.. Recehhh amad," seru netter lainnya. "Kayak ngoles2 telur ke adonan kue," seru netter.
Sementara itu, Chef Arnold tetap sosok yang serius ketika membahas hal penting. Ia sempat mengkritik candaan Coki Pardede soal virus Corona.
"Gong Xi Fa Cai !! Apakah di tiongkok pas angpao di buka isi nya virus Corona?" canda Coki. "Ga gituu mainnya cokk," sentil Arnold.
Virus Corona memang hal yang cukup sensitif. Karena itu, pihak MUI juga sempat mengingatkan masyarakat lebih berempati pada situasi saat ini terutama menjelang bulan puasa.
"Derita mereka adalah derita kita, masalah mereka adalah masalah kita," kata Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Asrorun Ni'am . "Kita bagian senasib dan sepenanggungan, Kita ibarat satu tubuh, jika ada yang menderita, satu bagian tubuh kecil kita, seluruh tubuh akan merasakan demam dan kesakitan. Itulah gambaran solidaritas kita sebagai bangsa."
(wk/riaw)