Rumah sakit darurat Leishenshan sendiri memiliki kapasitas 1,600 tempat tidur, dan dibangun pada 25 Januari. Rumah sakit ini mulai beroperasi dua pekan setelah dibangun.
- Luthfiatun Nisa
- Kamis, 16 April 2020 - 10:31 WIB
WowKeren - Rumah sakit darurat virus corona (COVID-19) di Wuhan yang dibangun dalam waktu dua pekan, Rumah Sakit Leishenshan, dilaporkan bersiap ditutup setelah pasien terakhir dinyatakan sembuh. Rumah sakit tersebut dibangun oleh 15 ribu pekerja dan telah menangani ribuan pasien COVID-19.
Direktur Utama RS Leishenshan, Wang Xinghuan, mengatakan empat pasien terakhir yang dirawat di sana telah dipindahkan ke Zhongnan Hospital of Wuhan University pada Selasa (14/4).
"Itu adalah titik balik penting dari pertarungan Wuhan melawan Covid-19 sehingga jumlah pasien di rumah sakit kami turun menjadi nol. Dan rumah sakit itu berkinerja baik, bahkan dalam skala global," kata Wang seperti dikutip dari China Daily.
Wakil Direktur Rumah Sakit Leishenshan, Yuan Yufeng, menambahkan empat pasien yang dipindahkan itu hampir semuanya berusia lanjut. yakni di atas 70 tahun. Keempat pasien tersebut berada dalam kondisi serius, dan sudah menjalani perawatan di Leishenshan selama satu bulan terakhir.
Menurut Yuan, Mereka telah dinyatakan negatif virus corona, tetapi masih perlu perawatan lebih lanjut untuk penyakit bawaan. "Pneumonia karena virus corona baru yang ditemukan pada keempat pasien ini sudah disembuhkan," tutur Yuan Yufeng.
Meski sudah sembuh, Yuan menerangkan mereka terpaksa dipindahkan ke fasilitas lain karena mengalami kerusakan organ karena patogen itu, termasuk juga penyakit kronis lainnya. Dia menyatakan, ketika kota tersebut mengalami puncak pandemi, mereka merawat total 2,011 pasien COVID-19, dengan 55 persen di antaranya di atas 60 tahun.
Rumah sakit darurat Leishenshan sendiri memiliki kapasitas 1,600 tempat tidur, dan dibangun pada 25 Januari. Rumah sakit ini mulai beroperasi dua pekan setelah dibangun dan telah menangani ribuan pasien infeksi virus corona. Dari jumlah tersebut, 45 persen pasien dalam kondisi parah. Sementara tingkat kematian sekitar 2,3 persen.
Meski telah ditutup, rumah sakit itu tidak akan dibongkar, tetapi akan tetap siaga hingga pandemi berakhir.
Hingga Kamis pagi (16/5) China memiliki 82,341 kasus virus corona dengan 3,342 kematian, dan 77,892 pasien dinyatakan sembuh. Kasus baru virus corona di Tiongkok kini telah berjalan lambat, bahkan status lockdown di Hubei dan Wuhan telah dicabut.
(wk/luth)