Penggunaan nama China Airlines pada maskapai yang sebagian besar dimiliki oleh pemerintah Taiwan tersebut kerap menimbulkan kebingungan di antara para penumpang.
- Zodiak Yanuarita
- Kamis, 16 April 2020 - 15:22 WIB
WowKeren - Maskapai China Airlines berencana untuk mengganti namanya di tengah kondisi dimana pandemi virus corona (COVID-19) masih menghantui dunia. Bukan tanpa alasan, hal itu untuk menghindari kesalahpahaman.
Dilansir Reuters, Kamis (16/4), sejak China Airlines didirikan ada hal yang masih membingungkan bagi penumpang. Pasalnya, terlepas dari Taiwan yang sudah membuat paspor sendiri untuk warganya namun nama maskapai tersebut masih menggunakan nama China Airlines.
Begitu pula dengan negara-negara lain. Ada kalanya, maskapai itu disalahartikan sebagai milik Tiongkok. Seperti kejadian ketika maskapai tersebut mengangkut sumbangan masker dari Taiwan ke Eropa belum lama ini.
Perbincangan bermula dari foto ketika kargo yang berisi masker tersebut justru memiliki simbol bendera Taiwan. Sedangkan kotak-kotak itu diangkut menggunakan China Airlines. Perdana Menteri Taiwan Su Tseng-chang menuturkan jika dirinya merasa sedih lantaran sejumlah negara berpikir bahwa Tiongkok lah yang mengirimi masker tersebut, bukan Taiwan.
"Ketika China Airlines mengirimkan materi kali ini, seluruh dunia berterima kasih kepada Taiwan," kata Perdana Menteri Su Tseng-chang masih dilansir Reuters. "Tetapi karena China Airlines menuliskan kata 'China' di pesawatnya, beberapa negara, orang, dan gambar secara keliru berpikir bahwa Tiongkok telah mengirimi mereka masker, yang membuat kami sangat bersedih."
Partai kecil New Power Party, yang berbagi dukungan dengan Partai Progresif Demokratik, yang berkuasa untuk kemerdekaan formal Taiwan, meminta agar ada perubahan pada nama maskapai. Ia meminta agar parlemen menghapus kata "China" atau setidaknya memperkecil tulisan "China".
Su Tseng menganggap nama maskapai tersebut juga berpotensi membuat dunia salah paham terhadap demokrasi dan kebebasan Taiwan. "Bahkan demokrasi dan kebebasan Taiwan dapat disalahtafsirkan oleh komunitas internasional sebagai berasal dari Tiongkok, karena kata 'CHINA'," ujar Su Tseng.
Ia menyebut jika masalah itu saat ini tengah dibahas secara internal. China Airlines, yang hampir sepenuhnya dikuasai oleh pemerintah Taiwan memang kerap menimbulkan kesalahpahaman lantaran mirip dengan maskapai Tiongkok, Air China.
(wk/zodi)