Ternyata Ini Penyebab Harga BBM Tak Turun Walau Minyak Mentah Terjun Bebas
Dunia

Harga minyak mentah berjangka AS, WTI mengalami penurunan luar biasa hingga ke level terendah sepanjang sejarah, yakni minus USD 37,78. Namun hal ini tak diiringi dengan penurunan harga BBM.

WowKeren - Hari ini (21/4) harga minyak mentah berjangka Amerika Serikat benar-benar sukses membuat publik tercengang. Bagaimana tidak? Untuk pertama kalinya dalam sejarah harga minyak berjangka itu mengalami penurunan hingga level minus USD 37,63 per barelnya.

Harga minyak yang dimaksud adalah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei 2020. Namun penurunan harga minyak mentah dunia ini tak lantas membuat harga bahan bakar minyak (BBM) ikut menurun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pun membeberkan alasan di balik tidak turunnya harga BBM walau minyak mentah dunia sedang "terjun bebas". Menurut Airlangga, harga BBM tidak turun karena Indonesia memang tidak mengacu pada harga WTI.

Justru Indonesia menggunakan acuan dari Mean of Platts Singapore (MOPS). MOPS sendiri selama ini berbasis jenis minyak Brent yang memang cenderung stabil.

"Indonesia basis harganya adalah MOPS, bukan WTI," terang Airlangga dalam konferensi pers virtualnya, Senin (21/4). "Dan MOPS itu basisnya adalah Brent."


Sedangkan saat ini harga minyak jenis Brent pada waktu pengiriman yang sama masih stabil di USD 22,74 per barel. Harga ini tentu jauh lebih stabil ketimbang harga minyak di WTI.

Menurut Airlangga sendiri, harga minyak WTI bisa sampai terjun bebas ke level terendah sepanjang sejarah sejak diperjualbelikan pada 1983 silam karena permintaan yang ikut anjlok. Apalagi dengan wabah virus Corona memang penggunaan minyak mentah jadi berkurang mengingat mobilitas masyarakat pun ikut dihambat.

Namun kendati demikian, Ketua Umum Partai Golkar itu memastikan pemerintah akan tetap memantau harga WTI. Pasalnya proyek produksi biodiesel 30% atau B30 tetap berjalan dengan minyak WTI.

Sebelumnya para pelaku pasar sudah memberikan analisis mereka terkait penurunan harga minyak mentah WTI yang tidak karu-karuan ini. Selain karena wabah virus Corona, harga minyak juga anjlok sebagai imbas dari perang dagang antar negara-negara penghasil minyak seperti Arab Saudi dan Rusia.

"Tidak ada seorang pun di Amerika yang menginginkan minyak dalam jangka pendek," ujar Analis Pasar, Jeffrey Halley, seperti dilansir dari CNN, Selasa (21/4). Hal senada juga disampaikan oleh pengamat ekonomi lain, Matt Smith. "Ini kontrak untuk sesuatu yang tidak ingin dibeli siapapun," ujar Smith, dikutip dari AFP.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait