Baru-baru ini PT PLN (Persero) Tbk mengaku tak mampu memberi keringanan atau diskon bagi para pelanggan listrik 1.300 VA dan 900 VA nonsubsidi. Padahal sebelumnya mereka tengah mengkaji kemungkinan tersebut.
- Nidya Putri
- Kamis, 23 April 2020 - 16:31 WIB
WowKeren - Pemerintah terus memberikan stimulus agar perekonomian Indonesia tetap terkendali di tengah wabah virus Corona. Salah satunya adalah dengan memberikan diskon bagi para pelanggan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Tbk.
Diskon yang dimaksud adalah dengan membebaskan tarif listrik pengguna pascabayar 450 VA, memotong tarif pengguna 900 VA hingga 50 persen, serta memberikan token gratis.
Tak sampai di situ, pemerintah juga kabarnya tengah mengkaji rencana pemberian stimulus serupa ke pengguna listrik berdaya 900 VA nonsubsidi dan 1.300 VA. Namun, baru-baru ini PLN mengaku tak mampu memberi keringanan tersebut.
"Kemampuan PLN sendiri kami ingin sampaikan, itu akan sangat sulit," ujar Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI yang digelar secara online pada Rabu (22/4). "Karena kami enggak ada kemampuan untuk berikan insentif."
Biaya untuk memberi keringanan kepada pelanggan listrik 1.300 VA dan 900 VA nonsubsidi memang tak murah. Bahkan menurut hitungan, setidaknya perlu dana sekitar Rp 16,9 triliun per bulannya yang harus disiapkan. "Pasti, sudah barang tentu PLN enggak bisa laksanakan (kalau pakai uang PLN)," ujarnya.
Meski begitu, hingga saat ini belum ada keputusan untuk pemerintah terkait kebijakan tersebut. Namun, PLN akan siap menjalankan apabila ada ketetapan terkait kebijakan tersebut.
Sebelumnya, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta pemerintah memberikan kompensasi untuk pengguna listrik 1.300 VA yang tinggal di perkotaan dan yang terdampak langsung wabah corona. Bahkan usulan serupa juga disuarakan oleh anggota Komisi VI DPR RI Andre Rosiade.
"PLN kalau bisa pelanggan 900 VA nonsubsidi dikasih diskon 50 persen, dan 1.300 VA diskon 25 persen," kata Andre. "Paling hanya tambahan 5 triliun, pemerintah udah siapkan (anggaran untuk penanganan corona) Rp 405 triliun."
(wk/nidy)