Pemerintah Provinsi Jawa Timur mencatat ada penambahan jumlah kasus positif COVID-19 pada Sabtu (25/4). Padahal PSBB baru akan diterapkan pada Selasa (28/4) mendatang.
- Elvariza Opita
- Sabtu, 25 April 2020 - 23:58 WIB
WowKeren - Jawa Timur akan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam waktu dekat menyusul makin banyaknya jumlah pasien positif COVID-19. Sedianya PSBB akan diterapkan mulai Selasa (28/4) depan hingga 11 Mei 2020.
Namun belum sampai PSBB diterapkan, Jatim justru terlebih dahulu "panen" pasien positif COVID-19. Sebab dalam update yang dirilis pemerintah pada hari ini (25/4), terungkap ada penambahan signifikan terhadap jumlah kasus positif COVID-19 yang mencapai 78 orang.
Dengan demikian, total ada 768 orang di Jatim yang sudah dikonfirmasi positif COVID-19. Sebanyak 544 orang diantaranya sedang dalam perawatan di berbagai rumah sakit di provinsi tersebut.
"Perlu kami sampaikan ada tambahan COVID-19 ada 78 orang," kata Sekretaris Daerah Provinsi Jatim, Heru Tjahjono, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. "Total sekarang ada 768 orang."
Ke-78 pasien itu berasal dari berbagai daerah. Paling banyak tetap Surabaya dengan 41 kasus baru, disusul 16 orang dari Magetan dan 7 orang dari Sidoarjo. Kemudian di Malang ada 4 pasien positif baru, Kediri 2 orang, diikuti daerah lain seperti Lumajang, Batu, Bangkalan, Gresik, Banyuwangi, Probolinggo, dan Lamongan dengan masing-masing 1 kasus baru.
Meski begitu, hari ini ada pula 5 orang pasien positif yang telah dinyatakan konversi negatif atau sembuh. Kelima orang tersebut seluruhnya berasal dari Surabaya.
"Tentunya yang sembuh ada (tambahan) 5 (orang), jadi 138 orang," imbuh Heru, dilansir dari CNN Indonesia. Dengan demikian rasio pasien sembuh sebesar 17,97 persen, masih lebih tinggi ketimbang tingkat nasional maupun daerah-daerah lain.
Lalu untuk pasien yang meninggal, Heru menyebut hari ini ada penambahan 11 pasien. Rinciannya 4 pasien dari Surabaya, 1 dari Sidoarjo, 2 dari Malang, 2 dari Gresik, dan 2 dari Lamongan.
Sedangkan untuk jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) Corona di Jatim adalah sebanyak 2.578 orang. Sementara yang berstatus orang dalam pemantauan (ODP) mencapai 18.136 orang.
Di sisi lain, PSBB di Jatim hanya diterapkan di 3 daerah, yakni Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, dan Kabupaten Gresik. Beberapa kebijakan pun mengikuti PSBB ini, seperti adanya pemberlakuan jam malam.
(wk/elva)