Achmad Yurianto Soal Adik-Kakak Terinfeksi COVID-19 dari Baju Ayah: Nggak Patuhi Anjuran Pemerintah
Nasional

Yuri mengingatkan agar masyarakat mematuhi anjuran pemerintah untuk selalu menjaga kebersihan misalnya segera mengganti dan mencuci baju ketika pulang ke rumah.

WowKeren - Dua kakak-beradik asal Cileungsi Bogor, positif terinfeksi virus corona yang diduga berasal dari pakaian sang ayah. Terkait hal ini, juru bicara pemerintah untuk penanganan corona (COVID-19) buka suara.

Yuri mengingatkan agar masyarakat selalu mematuhi apa yang dianjurkan oleh pemerintah. "Kalau pulang segera ganti baju, dicuci, berapa kali diomongin, masa diulang lagi, diulang lagi," kata Yuri dilansir detikcom, Senin (27/4).

Menurut Yuri, orang tua dari anak tersebut tidak mengikuti anjuran pemerintah. "Ya karena nggak mau ikuti anjuran pemerintah, gitu saja lah. Sekarang bukan masalah perintahnya, bukan masalah anjurannya, tapi dipatuhi apa nggak," tegas Yuri.

Sebelumnya, sebuah video viral beredar di media sosial yang berisi kakak-adik beserta ibunya positif terinfeksi virus Corona (COVID-19). Mereka dibawa petugas dengan menggunakan ambulans. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Bogor Dedi Syarif menyebut jika dugaan sementara mereka tertular dari baju sang ayah.


"Kalau laporan, mereka (ibu dan 2 anak) sih tertular dari bapaknya, gitu," kata Dedi. "Iya dugaan sementara seperti itu."

Disampaikan oleh Bupati Bogor, Ade Yasin, ternyata kepala keluarga tersebut bekerja di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat.

"Awal kejadian ketika bapaknya pulang dari tempat kerjanya di RS Wisma Atlet 14 April," kata Ade Yasin, dikutip dari Antara pada Senin (27/4). "Tiga jam kemudian anaknya merasakan panas dan kepalanya sakit, suhunya ada sekitar 40 derajat Celcius."

Meski begitu, dari hasil pemeriksaan laboratorium, sang suami tidak tertular alias negatif COVID-19. Namun istri serta dua anaknya yang berusia empat tahun dan delapan tahun positif terinfeksi.

"Anaknya ada tiga, yang pertama usia delapan tahun positif, (anak) yang kedua negatif," ujar wanita yang juga menjabat sebagai Ketua Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Bogor itu. "(Anak) yang terakhir yang empat tahun itu positif, ayahnya negatif."

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait